Kamis, 23 April 2026

Makan Bergizi Gratis

Program MBG Dorong Penciptaan Lapangan Kerja, di Surabaya Bantu Entaskan Pengangguran

Selain soal penyerapan tenaga kerja, keberadaan MBG juga menggerakkan sektor pangan daerah.

Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
TINJAU PRODUKSI MBG — Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono ketika berkunjung ke salah satu Satuan Pelayanan Pemerintahan Gizi (SPPG) sebagai dapur produksi MBG di Surabaya. BHS mengapresiasi SPPG yang dinilai turut menjadi penggerak ekonomi saat ini. 

Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah di Indonesia
  • Anggota DPR RI Bambang Haryo berharap program Makan Bergizi Gratis terus dijalankan secara akuntabel. Tak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga jadi pendorong pertumbuhan ekonomi
  • Kepala SPPG Jemur Andayani di Surabaya, Samsudin Duka, sebut program MBG telah membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat sekitar

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut membantu penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, kehadiran Satuan Pelayanan Pemerintahan Gizi (SPPG) sebagai dapur produksi MBG menjadi penggerak ekonomi

Dengan terserapnya tenaga kerja lokal, akan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Baca juga: Kisah Perjuangan Pak Asdar, Pengantar MBG untuk Anak-anak Sekolah di Pulau Osi

“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal di banyak wilayah,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono ketika berkunjung ke salah satu SPPG di Surabaya

Selain soal penyerapan tenaga kerja, keberadaan MBG juga menggerakkan sektor pangan daerah.

Efek Berganda Mulai Tingkat Produksi

Menurutnya, skala program yang besar membuat efek bergandanya terasa dari tingkat produksi hingga distribusi bahan makanan.

Secara nasional, program MBG saat ini melayani sekitar 50 juta penerima manfaat setiap hari.

Sejak awal pelaksanaannya, tercatat sekitar 12 miliar porsi makanan telah disalurkan danmenjadikan program ini sebagai salah satu intervensi sosial terbesar di Indonesia.

Baca juga: Penyajian Menu Lokal dalam Program MBG: Sesuai Selera Masyarakat, Kuatkan Ekonomi Daerah

Meski mencatat berbagai capaian positif, DPR RI mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan program MBG.

Transparansi dan kepatuhan terhadap standar operasional dinilai menjadi kunci agar manfaat program tetap terjaga dan berkelanjutan.

“Kalau ada SPPG yang terbukti tidak menjalankan program sesuai ketentuan, tentu harus diproses secara hukum. Namun pengawasan juga harus adil agar tidak menghambat SPPG yang sudah bekerja dengan baik,” tegas politisi Partai Gerindra ini. 

DPR RI berharap program Makan Bergizi Gratis terus dijalankan secara akuntabel sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia. 

Salah satu SPPG di Jemur Andayani, Surabaya, mampu melayani sekitar 4.000 penerima manfaat setiap hari di lebih dari enam sekolah.

Dalam operasionalnya, SPPG ini menyerap 47 tenaga kerja lokal dengan rata-rata upah sekitar Rp 2,9 juta per bulan, serta meningkatkan permintaan bahan baku seperti ayam dan telur hingga 50–100 persen.

Buka Kesempatan Kerja Baru

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved