Makan Bergizi Gratis
Program MBG Dorong Penciptaan Lapangan Kerja, di Surabaya Bantu Entaskan Pengangguran
Selain soal penyerapan tenaga kerja, keberadaan MBG juga menggerakkan sektor pangan daerah.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah di Indonesia
- Anggota DPR RI Bambang Haryo berharap program Makan Bergizi Gratis terus dijalankan secara akuntabel. Tak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga jadi pendorong pertumbuhan ekonomi
- Kepala SPPG Jemur Andayani di Surabaya, Samsudin Duka, sebut program MBG telah membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat sekitar
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut membantu penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah di Indonesia.
Tak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, kehadiran Satuan Pelayanan Pemerintahan Gizi (SPPG) sebagai dapur produksi MBG menjadi penggerak ekonomi
Dengan terserapnya tenaga kerja lokal, akan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Baca juga: Kisah Perjuangan Pak Asdar, Pengantar MBG untuk Anak-anak Sekolah di Pulau Osi
“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal di banyak wilayah,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono ketika berkunjung ke salah satu SPPG di Surabaya.
Selain soal penyerapan tenaga kerja, keberadaan MBG juga menggerakkan sektor pangan daerah.
Efek Berganda Mulai Tingkat Produksi
Menurutnya, skala program yang besar membuat efek bergandanya terasa dari tingkat produksi hingga distribusi bahan makanan.
Secara nasional, program MBG saat ini melayani sekitar 50 juta penerima manfaat setiap hari.
Sejak awal pelaksanaannya, tercatat sekitar 12 miliar porsi makanan telah disalurkan danmenjadikan program ini sebagai salah satu intervensi sosial terbesar di Indonesia.
Baca juga: Penyajian Menu Lokal dalam Program MBG: Sesuai Selera Masyarakat, Kuatkan Ekonomi Daerah
Meski mencatat berbagai capaian positif, DPR RI mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan program MBG.
Transparansi dan kepatuhan terhadap standar operasional dinilai menjadi kunci agar manfaat program tetap terjaga dan berkelanjutan.
“Kalau ada SPPG yang terbukti tidak menjalankan program sesuai ketentuan, tentu harus diproses secara hukum. Namun pengawasan juga harus adil agar tidak menghambat SPPG yang sudah bekerja dengan baik,” tegas politisi Partai Gerindra ini.
DPR RI berharap program Makan Bergizi Gratis terus dijalankan secara akuntabel sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
Salah satu SPPG di Jemur Andayani, Surabaya, mampu melayani sekitar 4.000 penerima manfaat setiap hari di lebih dari enam sekolah.
Dalam operasionalnya, SPPG ini menyerap 47 tenaga kerja lokal dengan rata-rata upah sekitar Rp 2,9 juta per bulan, serta meningkatkan permintaan bahan baku seperti ayam dan telur hingga 50–100 persen.
Buka Kesempatan Kerja Baru
| Wakil Bupati Sidoarjo Sidak Dapur SPPG di Dua Desa, Pastikan Semua Sesuai Prosedur |
|
|---|
| Wali Kota Ning Ita Datangi Sejumlah SPPG Kota Mojokerto : Pastikan Program MBG Tetap Berkualitas |
|
|---|
| PDIP Gresik : Tak Ada Kader Terlibat Bisnis Program Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib : SPPG yang Tak Penuhi Standar Gizi Harus Disanksi |
|
|---|
| Program MBG Didukung Anggaran Rp 268 Triliun, DPD RI Ungkap Dampak untuk Ekonomi Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/BHS-mengapresiasi-SPPG-yang-dinilai-turut-menjadi-penggerak-ekonomi-saat-ini.jpg)