Rabu, 22 April 2026

Perkuat Koordinasi Sampai Desa, LPBI NU Gresik Pastikan Kesiapan Relawan Hadapi Bencana Banjir

"Semoga dengan koordinasi ini, LPBI NU bisa lebih tanggap dan siaga dalam menghadapi bencana alam," ujar Sholihul. 

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad sugiyono (sugiyono)
TANGGAP BENCANA - Rapat koordinasi Pengurus LPBI NU Kabupaten Gresik bersama pengurus LPBI NU tingkat kecamatan wilayah Gresik Selatan, Jumat (7/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • LPBI NU Gresik mempersiapkan jajaran relawan dan anggotanya dalam persiapan menghadapi banjir di musim hujan.
  • Kesiapsiagaan relawan LPBI NU itu mempertimbangkan wilayah Gresik yang rawan banjir karena menjadi persilangan Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas dan sungai avfour.
  • Selama ini bencana banjir di Gresik sering terjadi di wilayah Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, Cerme, Menganti dan Driyorejo.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Gresik menggelar koordinasi dengan LPBI NU wilayah Gresik Selatan, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan tersebut merupakan koordinasi dalam memitigasi bencana banjir menjelang musim hujan.

Ketua LPBI NU Kabupaten Gresik, Sholihul Fathoni mengatakan, koordinasi ini untuk menyiapkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) relawan, untuk kesiap siagaan bencana di wilayah Gresik

Selama ini, musim hujan di beberapa wilayah Gresik sering berujung banjir. Itu wajar karena Gresik menjadi wilayah hilir dari berbagai sungai besar di Indonesia. Di antaranya Sungai Bengawan Solo, sungai Kalimas, Sungai Kali Lamong dan Sungai Avur. 

"Jadi koordinasi ini untuk menyiapkan relawan serta beberapa kebutuhan dan kelengkapan sarana prasarana juga evaluasi," kata Sholihul. 

Kegiatan tersebut juga untuk mengingatkan kepada relawan dan masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana alam. Baik bencana banjir, gempa bumi dan kebakaran. 

"Semoga dengan koordinasi ini, LPBI NU bisa lebih tanggap dan siaga dalam menghadapi bencana alam," ujar Sholihul. 

Banjir Gresik Selatan

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus LPBI NU Kecamatan. Mulai Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti, Driyorejo dan Wringinanom. 

Selama ini, bencana banjir melanda wilayah Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, Cerme, Menganti dan Driyorejo.

Karena itu, kesiapsiagaan bencana ini perlu dilakukan agar tim siaga di lapangan. "Semoga perubahan iklim global ini tidak berdampak pada bencana alam di Gresik," pungkasnya. 

Sementara Ketua LPBI NU Driyorejo, Agustinus mengatakan, koordinasi dengan pengurus LPBI NU Kabupaten akan disampaikan kepada jajaran NU di tingkat kecamatan sehingga semua siaga dalam menghadapi bencana. 

"Dengan koordinasi dan komunikasi ini akan memberikan informasi kepada jajaran NU di tingkat desa, sehingga masyarakat bisa ikut tanggap menghadapi bencana alam. Baik bencana banjir dan bencana lain," kata Agustinus. *****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved