Pemkab Gresik dan PCNU Bersinergi Selamatkan Ribuan Anak PMI Tanpa Identitas di Malaysia
Ribuan anak PMI Gresik di Malaysia hidup tanpa identitas karena pernikahan siri. Pemkab Gresik & PCNU upayakan pemulangan dan pendidikan.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Sinergi Selamatkan Anak PMI: Pemkab Gresik di Jawa Timur (Jatim) dan PCNU bersinergi penuhi hak ribuan anak PMI Gresik yang tanpa identitas di Malaysia.
- Ribuan Anak Tanpa Hak Dasar: Sekitar 4.000 anak PMI Gresik hasil nikah siri di Malaysia tak punya identitas legal, tak bisa sekolah, juga tidak memiliki jaminan kesehatan.
- Solusi Utama Pemulangan: Bupati Gresik Gus Yani tegaskan solusi utama adalah memulangkan anak-anak ke tanah air untuk jaminan hak.
SURYA.CO.ID, GRESIK - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Jawa Timur (Jatim), secara resmi menandatangani nota kerja sama untuk sinergi pemenuhan hak anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gresik, yang kini hidup tanpa identitas di Malaysia.
Inisiatif kemanusiaan ini, lahir dari keprihatinan mendalam atas ribuan anak yang lahir dari pernikahan siri PMI Gresik di negeri jiran.
Penandatanganan nota kerja sama tersebut, berlangsung dalam acara puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Aula Masjid Maulana Malik Ibrahim, Gresik, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini, dihadiri oleh Forkopimda, Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menegaskan, sinergi ini bukan sekadar program administratif, melainkan ikhtiar kemanusiaan.
"Untuk memastikan anak-anak Gresik yang lahir jauh dari tanah leluhurnya, agar tetap mendapat hak dasar sebagai manusia dan warga negara Indonesia," ujar Gus Yani.
Ribuan Anak Tanpa Jaminan Hak Dasar
Gus Yani menjelaskan, Gresik memiliki 8 kecamatan yang menjadi kantong pekerja migran, seperti Manyar, Bungah, Sidayu, Dukun, Panceng, Pangkah, Sangkapura dan Tambak di Pulau Bawean.
Banyak warga dari wilayah ini merantau ke Malaysia, dan membangun keluarga di sana melalui pernikahan siri.
"Dari pernikahan siri inilah, lahir persoalan baru, dan dipastikan si buah hati ini semua tidak mempunyai dokumen identitas yang legal," beber Bupati Gus Yani.
Ketiadaan identitas ini, menyebabkan anak-anak tersebut hidup tanpa jaminan hak dasar.
Mereka tidak bisa sekolah di Malaysia, tidak memiliki jaminan kesehatan, jaminan sosial atau hak kewarganegaraan.
"Ini miris sekali jika dibiarkan," jelasnya.
Berdasarkan data awal, pemerintah daerah tengah mengidentifikasi sedikitnya 4.000 anak dari pekerja migran asal Gresik yang berada di Malaysia.
Data tersebut, masih dipilah untuk mengetahui asal pernikahan.
Solusi Utama: Pulangkan Anak ke Tanah Air
Bupati Gus Yani menegaskan, bahwa solusi utama adalah memulangkan anak-anak tersebut ke Indonesia.
"Ketika usia 0–17 berada di Malaysia tanpa status identitas, maka anak tersebut dinyatakan tidak memiliki identitas kewarganegaraan apa pun," tegasnya.
Untuk mendukung upaya pemulangan dan pemenuhan hak pendidikan, Pemkab Gresik mengajak lembaga-lembaga pendidikan di bawah Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), Ma’arif NU, maupun pesantren di bawah naungan PCNU Gresik untuk bersinergi membantu.
"Yang penting bisa dibawa pulang dulu. Kalau mau sekolah negeri, nanti bisa melalui dinas. Kalau mau mondok, bisa dititipkan ke lembaga pendidikan di bawah RMI atau Ma’arif," pungkas Gus Yani.
Dalam rangkaian acara Hari Santri Nasional tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani juga dianugerahi sebagai Bupati Santri.
Selain itu, PCNU Gresik turut meluncurkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Omah Masyarakat Berdaya Gresik LKKNU, serta Festival Santri X oleh PC LP Ma’arif NU untuk menjawab tantangan industri.
anak PMI Gresik
Pemkab Gresik
PCNU Gresik
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani
Gus Yani
anak PMI
Gresik
Kabupaten Gresik
Berita Gresik
| Gubernur Khofifah Serahkan Penghargaan JDIH Terbaik I kepada Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir |
|
|---|
| Gus Yani Tinjau Sekolah Rakyat Gresik, Juli Mulai Terima Murid dari Desil 1 |
|
|---|
| Joko Gethuk Bawa Harapan Baru untuk Gresik United Bangkit dari Kasta Ketiga |
|
|---|
| Brigjen Herry Tinjau TMMD ke-128 Gresik, Jalan Desa hingga RTLH Dikebut |
|
|---|
| Polres Gresik Tangkap Puluhan Pelaku Kriminalitas dalam Sepekan, Daftar Kasusnya Beragam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pemkab-Gresik-dan-PCNU-Bersinergi-Selamatkan-Ribuan-Anak-PMI.jpg)