Senin, 27 April 2026

Peralihan Musim, Dokter RSIA Kendangsari Surabaya Ajak Kenali Masalah Kesehatan

Peralihan musim kemarau menuju musim hujan di Surabaya, menjadi salah satu momen yang perlu diwaspadai

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Tribun Jatim/Nurika Anisa
KESEHATAN DI MUSIM PANCAROBA - dr. Almira Maharani dari RSIA Kendangsari Surabaya saat ditemui di RSIA Kendangsari Surabaya., Rabu (22/10/2025). Dokter menjelaskan terkait masalah kesehatan di musim pancaroba. 

Ringkasan Berita:
  • Peralihan musim kemarau menuju musim hujan di Surabaya, perlu diwaspadai terkait kesehatan tubuh.
  • Selain ISPA, dokter Almira Maharani dari RSIA Kendangsari Surabaya mewanti-wanti terkait penyebaran penyakit demam berdarah atau infeksi virus dengue
  • dr Almira menekankan pentingnya sanitasi air bersih, mencuci tangan, makan makanan yang higienis dan hidrasi yang cukup.

 


SURYA.CO.ID, SURABAYA- Peralihan musim kemarau menuju musim hujan di Surabaya, menjadi salah satu momen yang perlu diwaspadai terkait kesehatan tubuh.

Terlebih cuaca yang tak menentu serta imunitas tubuh yang melemah menjadikan infeksi penyakit dan virus dengan mudah.

Dokter Almira Maharani dari RSIA Kendangsari Surabaya menyebut musim pancaroba dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Pertama adalah infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Hal ini dikarenakan perubahan suhu, kelembaban, serta kondisi lingkungan yang tidak stabil selama periode ini dapat mempengaruhi daya tahan tubuh.

“Memang kelembabannya cukup tinggi. Jadi, mikroorganisme seperti bakteri atau virus ini bisa gampang tumbuh,” ungkap dr. Almira Maharani ditemui di RSIA Kendangsari Surabaya, Rabu (22/10/2025).

ISPA istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis infeksi yang mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru.

Infeksi saluran pernapasan akut bisa disebabkan oleh berbagai agen penyebab, seperti virus, bakteri, atau bahkan jamur. 

“Memang ketahanan tubuh pada manusia akan turun. Saat kondisi itu turun bisa gampang terkena penyakit. Khususnya ISPA,” sebutnya.

dr. Almira menyebut, infeksi seperti batuk, pilek, dapat ditularkan oleh berbagai faktor. Salah satunya percikan droplet yang menyebar di udara.

Selain ISPA, dokter juga mewanti-wanti terkait penyebaran penyakit demam berdarah atau infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

“Memang faktor-faktor nyamuk ini akan bertelur atau ada jentik-jentik pada genangan air. Saat cuaca ekstrim ini kan ada hujan, curah hujannya tinggi. Jadi nyamuk ini berkembang biak,” sebutnya.

Selain demam berdarah juga chikungunya. Infeksi ini umumnya memicu gejala berupa demam, nyeri badan dan sendi.

“Ada juga nyeri belakang mata dan juga ada ruam-ruam. Ruam-ruam yang bisa berdarah. Tapi, umumnya lebih ke nyeri-nyeri sendi, otot dan juga demam,” sebutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved