Rabu, 13 Mei 2026

Pemkab Banyuwangi Gandeng Organisasi Kesehatan Internasional, Jalin Kerja Sama Ini

Pemkab Banyuwangi menggandeng organisasi kesehatan Internasional, Noora Health menandatangani kerjasama program

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
KERJA SAMA - Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Ketua Yayasan Noora Health Indonesia Asken Sinaga, di Banyuwangi, Kamis (16/10/2025). Pemkab Banyuwangi resmi menandatangani kerjasama program edukasi dan pendampingan pengasuh keluarga (care companion) bersama organisasi kesehatan Internasional, Noora Health. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menggandeng organisasi kesehatan Internasional, Noora Health, menandatangani kerjasama program edukasi dan pendampingan pengasuh keluarga (care companion).

Dalam kerja sama ini, tenaga kesehatan diajak mengedukasi dan melatih keluarga pendamping pasien, guna mempermudah perawatan pasien di rumah.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Ketua Yayasan Noora Health Indonesia Asken Sinaga, di Banyuwangi, Kamis (16/10/2025).

Baca juga: Saat Narapidana di Lapas Banyuwangi Produksi Tempe dan Diolah Menjadi Jajanan Ini

Sebelumnya program ini telah diujicobakan sejak Januari 2025, dan akhirnya dilanjutkan dengan penandatangan MoU.

Care companion ini melatih para perawat untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada warga tentang tindakan terbaik seorang pengasuh keluarga, khususnya bagi anggota keluarga prioritas (sakit/ibu hamil) di tingkat rumah ataupun selama perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Pastikan Kualitas Gizi, BGN Monitoring Dapur MBG di Banyuwangi untuk Ribuan Pelajar

“Dengan edukasi yang tepat untuk menghasilkan tindakan perawatan yang benar, maka perawatan di rumah dapat mengurangi tingkat fatalitas, serta mempercepat penyembuhan pasien,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, MoU ini untuk meningkatkan pemahamam masyarakat dalam memberikan perawatan yang tepat bagi keluarganya yang mengalami kondisi medis.

“Selain memastikan pasien bisa mendapatkan perawatan yang tepat, harapannya program ini juga membantu menekan angka kematian ibu dan anak, serta kasus PTM (Penyakit Tidak Menular) di Banyuwangi,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Tiga Stasiun di Banyuwangi Dibikin Lebih Apik

Ketua Yayasan Noora Health Indonesia Asken Sinaga mengatakan, program edukasi dan pendampingan pengasuh keluarga merupakan bagian dari pilot project program kesehatan di Indonesia, untuk mendukung sistem kesehatan dengan menjadikan keluarga sebagai pihak yang berperan penting dalam perawatan pasien.

“Program ini telah diujicobakan di 11 kabupaten/kota se-Indonesia, salah satunya di Banyuwangi,” kata dia.

Program ini melatih tenaga kesehatan, seperti di rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, agar sistem kesehatan dapat mempersiapkan keluarga secara efektif dalam merawat pasien.

“Kinerja Banyuwangi adalah yang terbaik di antara 11 daerah yang kami dampingi. Tentu ini tak lepas dari leadership Ibu Bupati, yang membuat jajarannya ikut termotivasi,” kata Asken.

Di Banyuwangi, lebih dari 470 tenaga kesehatan dari 45 puskesmas dan 2 rumah sakit daerah telah mendapatkan edukasi kesehatan, khususnya terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti hipertensi dan diabetes.

Program ini juga menyediakan layanan konsultasi jarak jauh melalui kanal digital Sahabat Keluarga Sehat. Warga dapat mengakses informasi dan mengajukan pertanyaan kepada platform Pendamping Keluarga Noora Health berbasis WhatsApp.

Tercatat hingga Agustus 2025, telah terlaksana 4.500 sesi edukasi dengan 50.000 penerima manfaat.

Serta 9.000 ibu hamil dan ibu balita telah mendapatkan edukasi jarak jauh, dan 3.000 di antaranya melakukan konseling jarak jauh.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved