Kasus Speech Delay Tembus 7.000 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dokter Ingatkan Hal Ini
Data di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan fenomena yang seharusnya tidak bisa dianggap sepele.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Dokter Rifa menekankan, pencegahan bisa dilakukan sejak bayi dengan memberikan stimulasi bahasa yang konsisten.
Orang tua dianjurkan rutin berbicara dengan anak, membacakan buku cerita, merespons ocehan bayi, hingga mengajak bermain yang melibatkan interaksi sosial.
Ia mengingatkan, anak di bawah usia dua tahun sebaiknya sama sekali tidak terpapar gadget. Untuk usia di atas dua tahun, penggunaannya maksimal hanya satu jam sehari, dan itu pun harus dengan pendampingan orang tua.
“Jangan sampai gadget menggantikan peran komunikasi keluarga,” katanya.
Meski demikian, anak yang mengalami speech delay tetap memiliki peluang besar untuk mengejar ketertinggalannya.
Syaratnya, intervensi dilakukan sejak dini. Masa emas perkembangan otak anak, terutama sebelum usia tiga tahun, adalah periode yang sangat menentukan.
“Kalau ada keterlambatan, jangan menunggu anak bisa bicara sendiri. Segera bawa ke dokter anak atau spesialis rehabilitasi medis agar bisa dilakukan pemeriksaan dan terapi sesuai penyebabnya. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula peluang anak berkembang sesuai usianya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam terapi. Proses pemulihan tidak instan, tetapi dengan dukungan orang tua, latihan di rumah, dan terapi profesional yang terstruktur, perkembangan anak bisa sangat signifikan.
Menurutnya, kolaborasi antara keluarga dan tenaga medis adalah kunci keberhasilan.
Kasus 7.000 anak dengan speech delay yang tercatat di RSUD Dr. Soetomo pada 2024 hanyalah gambaran dari kondisi yang mungkin jauh lebih besar di masyarakat.
Banyak anak dengan keterlambatan bicara yang tidak pernah terdeteksi karena orang tua memilih untuk menunggu atau tidak tahu harus berkonsultasi ke mana.
Ia berharap meningkatnya kesadaran orang tua akan tanda-tanda keterlambatan bicara dapat mendorong lebih banyak deteksi dini.
“Jangan merasa malu atau takut jika anak didiagnosis speech delay. Justru dengan penanganan sejak dini, kita bisa membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan optimal,” pungkasnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Kronologi Kecelakaan Maut di Jombang, Motor Vs Truk, Pengendara Terluka Parah |
|
|---|
| Mohon Doa Restu, Veda Ega Pratama Bakal Jalani Moto3 Catalunya 2026 dari Posisi Start 20 Sore Ini |
|
|---|
| Strategi Baru Iran untuk Tekan AS dan Negara Barat, Diklaim Bisa Tundukkan Google hingga Microsoft |
|
|---|
| Beasiswa BSI 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Anak Indonesia Bisa Kuliah Gratis |
|
|---|
| Dancer SMAK Petra 1 Tampil Memukau di Mobil Hias FINNA, Curi Perhatian Pengunjung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/SPEECH-DELAY-Foto-Ilustrasi-banyak-ditangani-di-rumah-sakit-rujukan-di-Indonesia-Timur-ini.jpg)