Rabu, 8 April 2026

Cuaca Hambat Distribusi Ke Bawean, TPID Gresik Susun Stabilisasi Harga dan Pasokan Bahan Pokok

Sebab, kapal yang menjadi tumpuan utama distribusi kebutuhan pokok ke Pulau Bawean tersebut terbakar dan masih perbaikan

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad Sugiyono
RAKOR SEMBAKO - TPID Kabupaten Gresik menggelar High Level Meeting di Kantor Bupati Gresik untuk membahas distribusi sembako ke Pulau Bawean, Rabu (10/9/2025). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Pemkab Gresik melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting di Kantor Bupati Gresik, Rabu (10/9/2025). 

Pertemuan tersebut untuk membahas stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok di Pulau Bawean akibat terdampak cuaca buruk dan kendala transportasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, cuaca buruk serta tidak beroperasinya kapal KMP Gili Iyang menjadi faktor utama terganggunya pasokan sembako. 

Sebab, kapal yang menjadi tumpuan utama distribusi kebutuhan pokok ke Pulau Bawean tersebut terbakar dan masih perbaikan.

“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat Pulau Bawean. Pemkab Gresik bersama seluruh pihak terkait berkomitmen memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga harga tetap stabil,” kata Sekda Washil.

Menurut Washil, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Gresik pada Agustus 2025 berada di angka 1,80 persen, lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur yang sebesar 2,17 persen. 

Pemkab Gresik memberikan perhatian khusus agar masyarakat di kepulauan merasakan harga yang setara dengan daratan.

Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan bahan pokok pada 5 September 2025 untuk masyarakat Bawean. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga hingga distribusi kembali normal.

Selanjutnya, Pemkab Gresik melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) akan menggelar Pasar Murah bersama para penyedia bahan pokok. 

"Skema ini dirancang agar harga bahan pokok yang dijual di Pulau Bawean setara dengan harga di daratan, dengan menekan biaya ongkos distribusi melalui kerja sama dengan pihak penyedia," katanya. 

Menurut Washil, rakor TPID Gresik bukan hanya langkah jangka pendek untuk mengendalikan harga, tetapi bagian dari strategi menjaga inflasi tetap terkendali, terutama di daerah kepulauan yang sangat bergantung distribusi logistik. 

"Pemkab Gresik bersama TPID akan terus memonitor perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di Pulau Bawean secara berkala hingga situasi normal kembali," imbuhnya. 

Camat Sangkapura Pulau Bawean, Umar Junid memaparkan kebutuhan bahan pokok di wilayahnya saat ini cukup besar. 

“Setiap hari, masyarakat Sangkapura membutuhkan beras 16 ton, gula 12 ton, tepung 13 ton, kanji 9 ton, bawang merah 5,4 ton, bawang putih 4,2 ton, dan telur sekitar 1.000 rak,” kata Umar Junid.

Sementara stok beras di Kecamatan Tambak relatif aman karena sedang memasuki musim panen. Namun, momentum perayaan Maulid Nabi di Pulau Bawean yang berlangsung meriah, meningkatkan permintaan bahan pokok secara signifikan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved