Kamis, 14 Mei 2026

Akibat Kerusuhan, Kota Surabaya Merugi Rp 4 Miliar

Pemerintah Kota Surabaya telah menginventarisir sejumlah kerusakan pasca kerusuhan di Surabaya, Jatim pada Jumat  (29/8/2025) - Sabtu (30/8/2025). 

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
LAKUKAN PERBAIKAN - Sejumlah fasilitas umum terlihat mengalami kerusakan pasca unjuk rasa besar di Surabaya pada Jumat (29/8/2025). Mengantisipasi gangguan aktivitas masyarakat, Pemkot Surabaya melakukan sejumlah pembersihan di beberapa titik, Sabtu (30/8/2025). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menginventarisir sejumlah kerusakan pasca kerusuhan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Jumat  (29/8/2025) - Sabtu (30/8/2025). 

Total kerugian Pemkot Surabaya mencapai Rp 4 miliar. Saat ini, perbaikan terus dilakukan.

Di luar bangunan, kerusakan tersebut di antaranya meliputi rambu larangan parkir, rambu larangan berhenti, pot bunga, kursi, kamera CCTV, tempat sampah hingga bollard beton (pembatas pedestrian).

Rencananya, Pemkot Surabaya akan melakukan perbaikan fasilitas umum (fasum) yang rusak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Surabaya

Total biaya yang disiapkan Pemkot Surabaya untuk perbaikan fasum tersebut, sekitar Rp 2,5 miliar.

"Itu untuk (perbaikan) fasum yang ada di (milik pemkot) kita ya, contoh seperti pot, troli sampah, tempat sampah yang di pinggir jalan, hingga CCTV yang rusak. Itu yang akan kami lakukan (perbaikan),” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atau Cak Eri saat dikonfirmasi, Selasa (9/9/2025)).

Di samping mengandalkan anggaran dari APBD, Pemkot Surabaya juga akan dibantu oleh swasta. 

Menurut Cak Eri, pihak investor bersedia membantu, karena kerusakan berkaitan dengan tempat usaha yang bersangkutan.

"Ada yang dari swasta (stakeholder). Itu (swasta) ada yang bilang, ‘Pak, sudah saya bangun, karena itu tempat saya dan saya usaha di sana’, jadi mereka (stakeholder) yang membangun,” ungkapnya.

Meskipun bukan kali pertama kejadian kerusuhan terjadi di Surabaya, namun peristiwa tersebut menjadi yang terparah saat ini. Apalagi, sejumlah bangunan cagar budaya turut dibakar.

Karenanya, Wali Kota Cak Eri mengapresiasi berbagai pihak yang turut mendukung perbaikan kota. 

"Saya matur nuwun juga kepada seluruh pihak yang membantu dalam semua hal. Kemarin, kami sudah mau cover, tapi mereka (stakeholder) sudah menyampaikan hal itu, ini lah yang bikin saya bangga betul sama orang Surabaya,” tutur pria asli Surabaya ini.

Sedangkan untuk perbaikan bangunan cagar budaya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik bangunan. Di antaranya, komunikasi dengan kepolisian untuk Polsek Tegalsari.

Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ini, masih berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk dilakukan perbaikan lebih lanjut ke depannya. 

“Kami akan koordinasikan dulu dengan teman-teman di Polrestabes, karena kantor Polsek Tegalsari ini, Pak Kapolres bilang ke saya akan dibangun, karena minta izin ke cagar budaya. Berarti kan memang sudah ada anggaran untuk pembangunan itu, makanya kami akan koordinasikan lagi,” ujarnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved