Jepang Tertarik Komodo Kebun Binatang Surabaya, Segera Jalin Kerja Sama Konservasi
Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan salah satu kebun binatang di Jepang akan mengikat kerja sama untuk pengembangan konservasi komodo
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan salah satu kebun binatang di Jepang akan mengikat kerja sama untuk pengembangan dalam tata kelola konservasi satwa langka dan dilindungi, yakni komodo.
Hewan yang populasinya makin terbatas dan bisa terancam punah ini ternyata berhasil dikembangkan di KBS.
Sebuah BUMD di bawah Pemkot Surabaya yang kini jadi tempat konservasi, rekreasi, dan edukasi perlindungan satwa.
"Kami memang tengah menjajaki kerja sama dengan Jepang. Tepatnya dengan salah satu kebun binatang di sana. Mereka tertarik dan antusias dengan komodo kami," kata Direktur Operasional dan Umum Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Nurika Widyasanti, Minggu (7/9/2025).
Proses komunikasi bersama Kementrian juga sudah berjalan.
KBS akan menggandeng pelaku pengelolaan satwa internasional itu untuk menjadikan KBS baru yang mendunia.
Nurika berharap agar kerja sama internasional itu bisa menjadi langkah merealisaikan impian KBS agar mendunia.
Tidak hanya wisatanya tapi juga konservasi satwanya harus berlevel global.
Nurika menuturkan, kerja sama dengan negara maju di Asia itu perlu disambut baik karena Jepang memiliki teknologi dan ketertarikan yang besar terhadap satwa endemik Indonesia.
Mereka antusias dengan keberadaan komodo.
KBS sendiri sukses menangkar hewan langka ini.
Saat ini sudah ada ratusan ekor komodo berhasil dilakukan penangkaran di KBS.
"Kami ingin belajar, berkolaborasi, sekaligus menunjukkan bahwa Kota Surabaya, mampu menjadi bagian dari jaringan global konservasi," tandas Nurika.
Kerja sama ini akan diwujudkan dalam bentuk peminjaman satwa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta alih teknologi di bidang pengelolaan satwa dan konservasi.
Melalui kolaborasi ini, KBS berharap dapat memperkuat perannya sebagai lembaga konservasi yang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga pusat edukasi bertaraf internasional.
| Warga Surabaya Ungkap Suasana Mencekam Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur |
|
|---|
| Imbas Taksi Hijau Diduga Jadi Pemicu Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek, Menhub Evaluasi, Sopir Ditahan |
|
|---|
| Detik Detik Penumpang KA Argo Bromo Asal Gresik Selamat Laka Maut di Stasiun Bekasi Timur |
|
|---|
| Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh Surabaya Tuntas Mei, Eri Cahyadi : Daya Tampung Meningkat |
|
|---|
| Jelang Musim Giling 2026, PG Pesantren Baru Siapkan Emplasemen Tampung 1.000 Truk Tebu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Satwa-Komodo-yang-saat-ini-hidup-sehat-dan-makin-berkembang.jpg)