Senin, 20 April 2026

Polisi Tangkap Beberapa Orang yang Diduga Terlibat Pembakaran Grahadi dan Mapolsek Tegalsari

Satreskrim Polrestabes Surabaya menyebutkan, beberapa pelaku terduga pembakar Gedung Negara Grahadi dan Mapolsek Tegalsari, telah ditangkap

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Luhur Pambudi
GEDUNG DIBAKAR - kobaran api saat melahap bangunan Mapolsek Tegalsari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Dan Gedung Negara Grahadi saat melahap api pada semua bangunan sisi barat Gedung Grahadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Satreskrim Polrestabes Surabaya menyebutkan, sudah ada beberapa orang yang  ditangkap karena diduga terlibat aksi pembakaran Gedung Negara Grahadi dan Mapolsek Tegalsari pada Sabtu (30/8/2025) malam. 

Namun, tak spesifik berapa jumlah pelaku yang sudah ditangkap oleh pihak kepolisian. Hanya saja, dipastikan para pelaku sedang menjalani serangkaian penyelidikan, dan penyidikan lebih lanjut atas keterlibatan aksi pembakaran. 

Hal tersebut, disampaikan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, seusai memantau jalannya olah TKP (tempat kejadian perkara) di bekas bangunan Gedung Grahadi yang terbakar pada Minggu (31/8/2025) sekitar pukul 19.30 WIB. 

Setelah rampung di Grahadi, proses olah TKP bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya berlanjut ke Mapolsek Tegalsari

"Alhamdulillah, sudah ada beberapa pelaku yang melakukan pembakaran di beberapa tempat dan berhasil kami amankan, saat ini sedang dalam proses lidik," ujar mantan Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim itu. 

Berdasarkan hasil penyelidikan yang diperolehnya, Edy mengungkapkan, sumber api yang membakar bangunan Gedung Grahadi Surabaya dipicu karena lemparan bom molotov. 

Baca juga: Breaking News - Massa Bakar Gedung Negara Grahadi, Aksi Demo di Surabaya Makin Tak Terkendali

Baca juga: Demonstran Membakar dan Jarah Fasilitas Gedung Grahadi Rumah Dinas Gubernur Khofifah'

"Berkaitan dengan peristiwa tanggal 30 Agustus hari Sabtu, di mana telah terjadi tindakan anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga saat itu mereka melakukan pelemparan bom molotov ke Gedung Negara Grahadi bagian barat," pungkas Edy. 

Sementara itu, LBH Surabaya melansir jumlah orang yang ditangkap selama berlangsung aksi demontrasi di beberapa lokasi Kota Surabaya sejak Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025).

Berdasarkan data yang dirilis pada Minggu (31/8/202), dari total 109 orang yang tertangkap hingga 31 Agustus 2025, sebanyak 80 orang terkonfirmasi ditahan di Polrestabes Surabaya

Dari jumlah tersebut, sekitar 55 orang telah dibebaskan, satu orang menjalani pemeriksaan lanjutan, dan sekitar 26 orang lainnya belum terkonfirmasi keberadaannya.

Di lain sisi, warga yang tertangkap di Polda Jatim tercatat 29 orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 28 orang telah dibebaskan dan satu orang masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

Secara keseluruhan, hingga saat ini sekitar 81 orang telah dibebaskan oleh pihak kepolisian, sementara 2 orang masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Polrestabes Surabaya maupun Polda Jatim, terkait dugaan tindak pidana yang ditemukan. 

"Adapun 26 orang lainnya masih belum terkonfirmasi keberadaannya," ujar Direkrut LBH Surabaya, Habibus Shalihin, saat dikonfirmasi, Senin (1/9/2025). 

Kemudian, lanjut Habibus Shalihin, berdasarkan hasil observasi Tim Advokasi di kantor polisi, kurang lebih ada sekitar 8 orang berusia di bawah 17 tahun yang ikut ditangkap dan diperiksa di Polrestabes Surabaya.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved