Sabtu, 25 April 2026

Siswa Diajak Lestarikan Budaya, Petrokimia Gresik Gelar Pertunjukan Wayang Kulit Setiap Tahun

Karena nilai-nilai budaya mampu merekatkan semangat persatuan dan membangun serta menjaga kerukunan bangsa.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad sugiyono (sugiyono)
WAYANG KULIT - Direktur Keuangan dan Umum, Petrokimia Gresik, Adityo Wibowobersama dalang Ki Anom Dwijokangko dan dalang cilik sebagai dimulainya pertunjukan wayang kulit, Jumat (29/8/2025). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PG), perusahaan anggota holding PT Pupuk Indonesia (PI) menggelar pertunjukkan wayang kulit di GOR Tri Dharma Gresik, Jumat (29/8/2025) malam. 

Kegiatan ini mengundang para pelajar Gresik, karyawan muda Petrokimia Gresik, dan masyarakat umum untuk menanamkan pendidikan kharakter dan pelestarian budaya.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mengatakan, pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tahunan Petrokimia Gresik setiap ulang tahun perusahaan. Menariknya, pagelaran di momen HUT ke-53 ini juga melibatkan pelajar sekitar perusahaan.

"Wayang kulit merupakan warisan Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity’ yang diakui Unesco sejak 2003. Warisan ini tidak akan bertahan apabila tidak bisa dikenal generasi muda. Karena itu, Petrokimia Gresik konsisten mengenalkan kebudayaan pagelaran wayang kulit kepada generasi muda," kata Adityo Wibowo, Minggu (31/8/2025).

Pagelaran diawali oleh Dalang Ki Achmad Bagas Septyawan dengan lakon “Lahire Bungkus”. Bagas merupakan salah satu dalang muda binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik

Sanggar tersebut, satu-satunya sanggar kesenian pagelaran wayang kulit purwa, karawitan dan gamelan Jawa. Selain dalang binaan sejak usia muda, saat ini Bagas juga merupakan generasi muda karyawan Petrokimia Gresik dari unit Produksi II B.

Dalang lainnya yaitu dalang cilik dari pelajar Kelas 7 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gresik; serta Dalang dan Sinden Cilik dari siswa Kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Ulama (NU) Terate. Turut meramaikan sinden muda Niken Salindri, serta bintang tamu Jo Klithik dan Jo Kluthuk. 

Masyarakat Gresik antusias menyaksikan wayang kukit Dalang Ki Anom Dwijokangko dari Blitar dengan membawakan lakon 'Banjaran Narayana'. 

Kisah tersebut dimulai dari perjalanan hidup Narayana, seorang tokoh yang sejak masa mudanya telah menunjukkan kecerdasan, keteguhan hati dan kemampuan diplomasi yang luar biasa.

"Cerita ini dapat memberi inspirasi positif bagi kita semua dan menjadi pendidikan kharakter bagi generasi muda, di mana dalam menjalankan bisnis dan roda operasional perusahaan, tentu banyak rintangan dan tantangan. Kami yakin, itulah yang akan semakin mendewasakan kita untuk dapat lebih bijak dalam melangkah dan mengambil keputusan," kata Adityo.

Adityo juga menambahkan, pertunjukan wayang kulit juga bentuk komitmen Petrokimia Gresik dalam menjaga keutuhan dan kebhinekaan Indonesia melalui kebudayaan.

Karena nilai-nilai budaya mampu merekatkan semangat persatuan dan membangun serta menjaga kerukunan bangsa.

“Sejarah mencatat, bersatunya bangsa ini karena budaya. Jangan sampai terjadi disintegrasi bangsa karena kita tidak peduli dengan seni budaya. Sejarah telah membuktikan seni budaya mampu merekatkan semangat persatuan dan kerukunan tetap terjaga,” pungkasnya. *****

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved