Wakil Ketua DPRD Jatim Hidayat : Progres Sekolah Rakyat di Jawa Timur Luar Biasa
Wakil Ketua DPRD Jatim Hidayat percaya betul Sekolah Rakyat di Jawa Timur bisa efektif sebagaimana tujuan awal
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Jatim Hidayat percaya betul Sekolah Rakyat di Jawa Timur bisa efektif sebagaimana tujuan awal digagasnya program ini.
Yakni, sebagai solusi atas problem putus sekolah karena terkendala biaya sekaligus nantinya bisa mengentas problem kemiskinan di masyarakat.
"Alhamdulillah progresnya cukup luar biasa di Jawa Timur," kata Mas Dayat, sapaan akrab Hidayat dalam Podcast Gebrakan Wakil Rakyat, Kamis (14/8/2025).
Sekolah Rakyat merupakan program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat dengan menyasar anak dari keluarga dengan kategori miskin serta miskin ekstrem.
Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang bertujuan tidak hanya memberikan akses pendidikan formal kepada peserta didik layaknya sekolah umum, namun juga memberikan berbagai pelatihan.
Tujuannya, peserta didik menjadi lulusan yang unggul, pribadi yang memiliki keterampilan hidup, pola pikir positif, dan nilai-nilai luhur sehingga kelak mampu mengangkat diri dan keluarganya keluar dari lingkaran kemiskinan.
Mas Dayat yang juga politisi Partai Gerindra ini mengatakan, program ini memang sengaja digagas di era Presiden Prabowo Subianto.
"Memang bagi Pak Presiden Pak Prabowo ya bahwa pendidikan adalah investasi yang sangat penting dan juga sangat panjang. Tidak boleh ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena dengan putus sekolah maka akan berefek masalah yang cukup besar terutama soal kemiskinan dan lain sebagainya," ujar Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim ini.
Dalam kacamata Mas Dayat, Sekolah Rakyat di Jawa Timur sejauh ini cukup sukses.
Sebab, meskipun ini adalah ini adalah program nasional namun Jawa Timur juga berkepentingan untuk mendukung program ini secara maksimal.
Ia menilai infrastruktur dari Sekolah Rakyat luar biasa. Para guru dan kurikulum juga disiapkan dengan matang.
"Tinggal ke depan bagaimana guru-guru yang telah disiapkan ini bisa semaksimal mungkin melaksanakan kurikulum yang sudah disiapkan kemudian orang tua mendukung penuh," jelas Mas Dayat.
Meskipun Mas Dayat tak memungkiri bahwa ia turut mendengar beberapa siswa mundur yang disebabkan karena belum terbiasa pisah dengan orang tua.
Mengingat Sekolah Rakyat berkonsep asrama. Termasuk juga beberapa guru yang mundur.
Namun, seCara umum hal ini tidak mengurangi dari efektivitas program Sekolah Rakyat.
"Kita hormati tapi secara umum berjalan cukup bagus," ucap Mas Dayat dalam podcast yang berlangsung di Kota Mojokerto ini.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Haramkan Aksi Premanisme, Ketum Madas Sedarah Moch Taufik: Jogo Suroboyo Harga Mati |
|
|---|
| Pengacara Eggi Sudjana Ungkap Awal Mula Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi, Bantah Pecah Kongsi |
|
|---|
| Soal Aksi Premanisme di Surabaya, Sosiolog Kejahatan Unair: Kesenjangan Sosial dan Relasi Kuasa |
|
|---|
| Melayat ke KH Amal Fathullah Zarkasyi PMDG Gontor Ponorogo, Din Syamsuddin: Sosok Ulama Cendekia |
|
|---|
| Bus Mira Hantam Pengendara Motor Usi Gagal Salip Mobil di Jalan Raya Ngawi–Mantingan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/GEBRAKAN-WAKIL-RAKYAT-Wakil-Ketua-DPRD-Jatim-Hidayat-saat-Podcast.jpg)