Minggu, 26 April 2026

Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya Optimis Hadapi Arema di Bali, Modal Kemenangan di Ternate

Derbi Jatim Arema vs Persebaya digelar di Bali tanpa penonton. Arema siap adaptasi, Persebaya optimistis dengan modal kemenangan atas Malut United.

Editor: Adrianus Adhi
Surya.co.id/Habibur Rohman
MENANG - Pemain Persebaya Surabaya Gali Freitas (kiri) berebut bola dengan pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Frengky Missa (kanan) pada pertandingan yang yang berlangsung Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Derbi Jatim Arema vs Persebaya digeser ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, tanpa penonton.
  • Marcos Santos tegaskan Arema siap di mana pun, fokus adaptasi dan mental tanding.
  • Persebaya diuntungkan situasi netral, modal kemenangan atas Malut United jadi bekal penting.

SURYA.co.id, Surabaya - Derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya kembali memantik tensi tinggi.

Laga pekan ke-30 Super League 2025/2026 ini digeser ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dan dipastikan berlangsung tanpa penonton.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan kesiapan timnya menghadapi pertandingan di mana pun. Baginya, status tuan rumah bukan alasan untuk menurunkan performa.

"Kami harus siap (dengan perubahan venue). Apalagi sudah diputuskan. Sekarang yang perlu dipikirkan bagaimana menghadapi laga nanti," katanya.

Keputusan pindah venue dari Stadion Kanjuruhan ke Kapten I Wayan Dipta diterima dengan sikap legowo. Santos menekankan bahwa fokus utama tim adalah persiapan menghadapi derbi penuh gengsi.

Baca juga: Milos Raickovic Jadi Pahlawan Kemenangan Persebaya Surabaya: Saya adalah Seorang Pemain Berkualitas

Arema FC sudah menyiapkan berbagai skenario adaptasi. Program latihan hingga strategi pertandingan dirancang agar tim tetap kompetitif meski bermain di Bali.

Situasi ini bukan hal baru bagi Singo Edan. Dalam dua musim terakhir, mereka beberapa kali menjalani laga kontra Persebaya di stadion yang sama.

Pengalaman tersebut membentuk mental tanding pemain. Mereka lebih siap menghadapi derbi tanpa atmosfer penuh di Kanjuruhan.

Meski begitu, Santos mengakui dukungan Aremania selalu menjadi energi tambahan. Atmosfer itu sempat terasa saat menjamu Persija Jakarta dan Persib Bandung.

Sayangnya, kondisi tersebut tidak bisa dirasakan kali ini. Namun, Arema FC menolak menjadikannya alasan.

Tim justru bertekad membuktikan mental kuat sebagai tim besar. Langkah konkret pun disiapkan, termasuk program pemulihan pemain usai laga melawan Persib Bandung.

Skuad juga dijadwalkan berangkat lebih awal ke Bali agar memiliki waktu adaptasi cukup dengan kondisi lapangan dan lingkungan sekitar.

Persebaya Berpotensi Diuntungkan Situasi Netral

Di sisi lain, Persebaya Surabaya melihat peluang dari kondisi netral ini. Tanpa tekanan besar dari suporter tuan rumah, Bajol Ijo bisa tampil lebih lepas.

Kemenangan atas Malut United menjadi modal penting. Gol Milos Raickovic dan Francisco Rivera mengembalikan kepercayaan diri tim setelah dua kekalahan beruntun.

Bernardo Tavares menilai kemenangan itu hasil kerja keras kolektif. Analisa matang terhadap lawan membuat Persebaya tampil efektif meski Malut United unggul penguasaan bola.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved