Sabtu, 9 Mei 2026

Persela Lamongan

Pelatih Persela Lamongan Bima Sakti Enggan Bicara Muluk Tentang Target Promosi

Persela setidaknya harus finish di peringkat dua klasemen Grup B untuk selanjutnya merebut satu tiket promosi.

Tayang:
Penulis: Khairul Amin | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/Persela Lamongan
REALISTIS - Pelatih Persela Lamongan Bima Sakti saat memimpin latihan tim di Stadion Surajaya, Lamongan, beberapa waktu lalu. Bima Sakti bersikap realistis terkait target timnya di kompetisi Championship musim ini yang menyisakan lima pertandingan lagi. 

Ringkasan Berita:
  • Pelatih Persela Lamongan Bima Sakti realistis soal target, tak sesumbar promosi meski peluang masih ada.
  • Persela kini berada di posisi lima Grup B dengan 33 poin, harus ke peringkat dua untuk tiket promosi.
  • Fokus tim adalah bertahan di papan atas dan menghindari degradasi, usai konflik internal dan hengkangnya pemain kunci.

 

SURYA.co.id, LAMONGAN - Pelatih Persela, Bima Sakti bersikap realistis terkait target timnya di kompetisi Championship musim ini yang menyisakan lima pertandingan lagi.

Mantan pelatih timnas Indonesia itu tidak mau sesumbar target promosi ke Championship musim depan, meski sebenarnya peluang itu masih terbuka.

Posisi Persela di Klasemen Sementara

Persela saat ini ada di peringkat lima klasemen sementara Grup B dengan poin 33.

Baca juga: Persela Incar Kemenangan, Bima Sakti Soroti Finishing Jelang Lawan Persiba 

Berjarak 10 poin dengan Persipura yang ada di peringkat dua.

Selisih 13 poin dengan PSS Sleman di puncak klasemen.

Tersisa Lima Laga

Persela setidaknya harus finish di peringkat dua klasemen Grup B untuk selanjutnya merebut satu tiket promosi.

Peluang itu sebenarnya tetap ada, meski semakin tipis.

Apalagi lima laga sisa, tiga diantaranya menghadapi tiga tim di atasnya. Yaitu Persipura, Barito Putera, dan Kendal Tornado FC.

"Untuk target kami realistis ya, realistis sejak awal," kata Bima Sakti.

"Memang setiap tim pasti memiliki target yang paling tertinggi untuk promosi. Tapi kalaupun tidak, bisa berjuang di klasemen atas," tambahnya.

Hadapi Situasi Sulit

Bersaing di klasemen papan atas disebutnya satu kebanggaan.

Apalagi sejatinya ia didatangkan manajemen Persela putaran kedua dalam situasi tim sulit, imbas konflik internal di Persela pasca hengkangnya manajer tim, Fariz Julinar Maurisal.

Situasi semakin sulit, karena hengkangnya Fariz Julinar Maurisal ke PSIS Semarang juga dibarengi pindahnya sejumlah pemain kunci Persela ke PSIS Semarang.

"Saya datang kemarin memang lagi hancur-hancurnya, alat-alat latihan juga habis semuanya," terang Bima Sakti.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved