Minggu, 26 April 2026

Regenerasi Persebaya Surabaya, Tavares Orbitkan Dimas dan Sadida 

Bernardo Tavares orbitkan Dimas Wicaksono dan Sadida Nugraha. Regenerasi Persebaya Surabaya disambut positif Bonek, Jefferson Silva jadi teladan

Editor: Wiwit Purwanto
istimewa/Persebaya Surabaya
LEPASKAN TENDANGAN - Pemain muda Persebaya, Sadida Nugraha melepaskan tendangan dikawal pemain PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Sabtu (6/12/2025) malam. Laga berakhir imbang 1-1. Laga ini Sadida Nugraha terpilih menjadi pemain terbaik 

Ringkasan Berita:
  • Dimas Wicaksono tampil 175 menit dengan satu gol, Sadida Nugraha 12 laga dengan peran defensif solid.
  • Bernardo Tavares orbitkan pemain muda sebagai bagian regenerasi Persebaya.
  • Bonek menyambut positif langkah ini, Jefferson Silva jadi teladan disiplin.

 

SURYA.co.id, Surabaya - Bernardo Tavares berani memberi panggung bagi pemain muda lokal seperti Dimas Wicaksono dan Sadida Nugraha. Keputusan ini menjadi bagian penting dari regenerasi Bajol Ijo, yang tengah beradaptasi setelah eksodus sejumlah pemain senior.

Dimas Wicaksono mulai mencuri perhatian sejak dipercaya tampil penuh melawan Bali United. Dalam laga itu, ia bermain 90 menit menjadi bukti kepercayaan Tavares terhadap talenta muda.

Pada laga kontra Semen Padang, Dimas kembali turun sebagai starter. Ia bermain selama 85 menit dan mencatat peluang berbahaya, memperlihatkan keberaniannya dalam menekan pertahanan lawan.

Secara keseluruhan, Dimas sudah mencatatkan dua kali starter dengan total menit bermain 175 menit. Kontribusi satu gol menjadi catatan penting bagi pemain berusia 20 tahun ini.

Meski belum mencatatkan assist dan gol, kehadirannya di lini tengah memberi variasi baru dalam transisi serangan. Ia mampu menjaga ritme permainan dan menjadi penghubung antara lini belakang dan depan.

Baca juga: Update Klasemen Persebaya Surabaya,  Bajol Ijo Berpeluang ke Empat Besar

Dalam duel perebutan bola, Dimas menunjukkan keberanian. Catatan statistik memperlihatkan ia memenangkan beberapa duel penting, meski masih perlu meningkatkan konsistensi dalam menjaga penguasaan bola.

Pengamat Persebaya, Kukuh Ismoyo, menilai langkah ini sebagai investasi jangka panjang. “Munculnya nama-nama baru seperti Dimas Wicaksono membuktikan Surabaya tetap menjadi kawah candradimuka pemain berkualitas,” ujarnya.

Selain itu adapula Sadida Nugraha Putra, gelandang bertahan berusia 20 tahun, juga mendapat kesempatan dari Tavares. Ia bergabung dengan Persebaya pada Juli 2025 setelah menimba pengalaman di tim U20.

Musim ini, Sadida mencatat 12 pertandingan di Liga 1. Dari jumlah itu, ia tampil dalam 24 persen laga dengan total menit bermain 18 persen dari keseluruhan musim.

Meski belum mencetak gol maupun assist, kontribusinya di lini tengah cukup terasa. Ia berperan sebagai pemutus serangan lawan dan menjaga kedisiplinan posisi.

Baca juga: Dua PR Besar Persebaya Surabaya Jelang Libur Lebaran, Evaluasi Pertahanan dan Mental Tim

Statistik menunjukkan Sadida mengoleksi dua kartu kuning, menandakan agresivitasnya dalam duel. Namun, ia belum pernah menerima kartu merah, memperlihatkan kontrol emosi yang baik.

Nilai pasarnya saat ini mencapai Rp 434,54 juta, angka yang cukup tinggi untuk pemain muda lokal. Nilai tersebut juga menjadi rekor tertinggi dalam kariernya sejauh ini.

Sadida memiliki tinggi 1,75 meter dan berposisi sebagai gelandang bertahan. Dengan kaki dominan kanan, ia menjadi opsi penting dalam menjaga keseimbangan permainan Persebaya.

Dalam wawancara usai laga melawan Persib, Tavares menegaskan pentingnya mentalitas. “Sekarang yang bisa kami lakukan adalah menganalisis kesalahan dan mencoba memperbaikinya agar kami bisa tampil lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Dampak Regenerasi bagi Bajol Ijo

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved