Jumat, 17 April 2026

Persebaya Surabaya

Dua 'PR' Besar Persebaya Surabaya Jelang Libur Lebaran, Evaluasi Pertahanan dan Mental Tim

Persebaya Surabaya hadapi dua persoalan jelang libur Lebaran: evaluasi pertahanan usai kalah dan sanksi Komdis PSSI soal Tribun Utara.

Editor: Wiwit Purwanto
Persebaya
ARAHAN - Bernardo Tavares saat memberikan arahan ke pemain Persebaya Surabaya. Tavares menilai menyudutkan pemain tertentu hanya akan merusak mental tim. Ia ingin menjaga suasana ruang ganti tetap positif menjelang laga berikutnya. 
Ringkasan Berita:
  • Persebaya Surabaya menghadapi dua persoalan besar jelang libur Lebaran: rapuhnya lini pertahanan usai kalah dari Persita dan sanksi Komdis PSSI.
  • Bernardo Tavares menegaskan kekalahan adalah tanggung jawab tim, bukan individu.
  • Penutupan Tribun Utara hingga akhir musim memicu reaksi keras suporter.

 

SURYA.co.id, Surabaya - Persebaya Surabaya menghadapi dua persoalan besar di masa libur Lebaran ini. Kekalahan telak dari Persita Tangerang menegaskan rapuhnya lini pertahanan, sementara sanksi Komdis PSSI atas penyalaan petasan membuat manajemen harus menutup Tribun Utara hingga akhir musim.

Kekalahan dari Persita Tangerang menjadi sorotan tajam bagi Bajol Ijo. Lima gol bersarang ke gawang Ernando Ari memperlihatkan lemahnya koordinasi lini belakang, terutama bek tengah yang gagal menjaga konsistensi.

Tavares Tak Mau Salahkan Individu

Pelatih Bernardo Tavares menolak menyalahkan individu. “Gol keempat memang terjadi karena kesalahan individu, bek tengah kami terjatuh. Tetapi kami kalah sebagai tim, jadi itu adalah kesalahan tim, bukan hanya satu pemain,” ujarnya.

Tavares menilai menyudutkan pemain tertentu hanya akan merusak mental tim. Ia ingin menjaga suasana ruang ganti tetap positif menjelang laga berikutnya.

Baca juga: Berita Persebaya Surabaya hari ini: Evaluasi Pertahanan Usai Kalah dan Sanksi Komdis PSSI

Menurutnya, karakter permainan Persebaya adalah tetap menyerang meski tertinggal. “Ketika kami tertinggal, kami memilih untuk tetap mencoba bermain dan menyerang. Risiko dari pilihan itu adalah ruang di belakang terbuka, dan lawan memanfaatkannya,” jelasnya.

Dengan waktu persiapan sebelum libur Lebaran, fokus utama tim pelatih adalah memperbaiki kesalahan mendasar. Tavares berharap Persebaya bisa menunjukkan reaksi positif saat kembali bermain di hadapan Bonek.

Sanksi Komdis PSSI dan Penutupan Tribun Utara

Selain masalah teknis di lapangan, Persebaya juga harus menghadapi sanksi dari Komite Disiplin PSSI. Hukuman dijatuhkan setelah laga kontra Persib Bandung di Gelora Bung Tomo, ketika terjadi penyalaan petasan dan kembang api dalam jumlah besar.

Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp 250 juta dan penutupan Tribun Utara untuk satu laga kandang. Namun, manajemen Persebaya mengambil langkah lebih tegas dengan menutup tribun tersebut hingga akhir musim.

Baca juga: Strategi Persebaya Surabaya usai Kalah Telak Lawan Borneo FC, Tavares Ungkap Persoalan Bek

Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, menegaskan keputusan itu.

“Kami barusan menerima surat dari Komdis PSSI, kami mendapat sanksi uang dan penutupan tribun utara untuk satu pertandingan. Tapi tribun utara kami tutup sampai akhir musim,” ujarnya.

Keputusan ini memicu reaksi keras dari suporter, terutama Green Nord 27 yang menilai langkah tersebut sepihak tanpa dialog. Mereka menegaskan bahwa hukuman kolektif bukanlah solusi yang adil.

Penutupan Tribun Utara berdampak besar bagi atmosfer stadion. Tribun ini dikenal paling lantang mendukung Bajol Ijo, sehingga kehilangan energi dukungan menjadi kerugian besar.

Selain itu, potensi kerugian finansial juga muncul karena kapasitas tribun mencapai 8.000 kursi.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved