Sabtu, 11 April 2026

Pelatih Persela Bima Bangun Mental Pemain Agar Lebih Disiplin

Dalam empat pertandingan terakhir, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu tercatat menerima 11 kartu kuning dan 2 kartu merah dari wasit.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id
LATIHAN. - Pelatih Persela Lamongan Bima Sakti saat pimpin pemain berlatih. 

Ringkasan Berita:
  • Catatan disiplin pemain Persela Lamongan dalam beberapa laga terakhir menjadi sorotan serius pelatih Bima Sakti.
  • Dalam empat pertandingan terakhir, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu tercatat menerima 11 kartu kuning dan 2 kartu merah dari wasit.
  • Persela bahkan beberapa kali harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah yang diterima pemain.

 


SURYA.CO.ID, LAMONGAN -  Catatan disiplin pemain Persela Lamongan dalam beberapa laga terakhir menjadi sorotan serius pelatih Bima Sakti.

Dalam empat pertandingan terakhir, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu tercatat menerima 11 kartu kuning dan 2 kartu merah dari wasit.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap performa tim di lapangan.

Baca juga: Bertekad Bangkit, Persela Lamongan Kini Miliki Pondasi Luas, Didukung 12 Sponsor

 

Langganan Kartu Merah

Bima Sakti mengakui, timnya beberapa kali harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah yang diterima pemain.

“Ini jadi catatan kita juga. Kita sudah beberapa kali main dengan 10 pemain. Kita hitung mulai dari saat lawan Persiba, kemudian lawan PSIS Semarang, dan terakhir lawan Persiku. Memang sangat berat kalau di suatu pertandingan kita bermain hanya 10 pemain,” ujar Bima, Rabu (25/2/2026).

Buruknya disiplin itu akan berdampak laga akhir pekan ini saat Persela menghadapi PSS Sleman.

Persela dipastikan kehilangan dua penyerangnya, yakni Titan Agung akibat akumulasi kartu saat menghadapi PSIS Semarang, serta Jhon Mena yang menerima kartu merah pada laga kontra Persiku Kudus.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek teknis permainan, tetapi juga kedewasaan pemain dalam mengelola emosi di lapangan.

“Sudah saya sampaikan, bahwa kesulitan pemain ini adalah menjaga kontrolnya, " katanya.

Baca juga: Jadwal Laga Berubah saat Ramadan, Pelatih Persela Lamongan Bima Sakti : Sudah Terbiasa

 

Kontrol Emosi

Bima Sakti megingatkan para pemainnya untuk bisa mengontrol emosi dalam pertandingan.

Ia menyampaikan ke pemain untuk lebih mengontrol emosi, karena sekarang pertandingan ada VAR. 

Mungkin mereka ingin menunjukkan kualitasnya, bermain dengan semangatnya, tapi malah di luar kontrol.
 
Keberadaan Video Assistant Referee (VAR), membuat setiap pelanggaran sekecil apa pun berpotensi berbuah sanksi tegas.

Karena itu, ia meminta anak asuhnya lebih cerdas dalam mengambil keputusan, terutama saat berada dalam tekanan pertandingan.

“Saya tegaskan jangan terpengaruh dengan wasit, ejekan suporter tim lawan, maupun hal lainnya. Harus tetap fokus pada tujuan awal tim kita, jangan sampai kena kartu lagi,” imbuhnya.

Absennya dua penyerang utama tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persela.

Bima Sakti kini harus menyiapkan opsi alternatif guna menjaga ketajaman lini depan saat menjamu PSS Sleman.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved