Persebaya Surabaya
Debut Manis Pedro Matos di Persebaya: Chemistry Instan dengan Francisco Rivera dan Bruno Moreira
Debut manis Pedro Matos di Persebaya Surabaya, langsung klop dengan Francisco Rivera & Bruno Moreira. Intip ambisi sang gelandang.
Penulis: Khairul Amin | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Pedro Matos melakoni debut sukses saat Persebaya Surabaya menang 3-0 atas PSIM Yogyakarta pada 25 Januari 2026.
- Meski baru bergabung tiga hari, pemain asal Portugal ini menunjukkan chemistry instan dengan Francisco Rivera dan Bruno Moreira.
- Pedro Matos memiliki versatilitas tinggi dengan kemampuan bermain sebagai gelandang serang (posisi 10) maupun gelandang bertahan (posisi 8).
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Persebaya Surabaya tampaknya tidak salah pilih dalam mendatangkan pemain asing baru. Pedro Matos, gelandang asal Portugal, sukses mencatatkan debut manis saat Bajul Ijo melibas PSIM Yogyakarta dengan skor telak 0-3 di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Minggu (25/1/2026).
Meski baru diperkenalkan secara resmi pada 22 Januari 2026, hanya tiga hari sebelum pertandingan, Pedro Matos langsung dipercaya turun ke lapangan.
Ia masuk dari bangku cadangan pada menit ke-71 menggantikan Milos Raickovic. Walaupun hanya bermain sekitar 20 menit, pemain berusia 27 tahun itu menunjukkan kualitas yang luar biasa dan tidak terlihat canggung sama sekali.
Baca juga: Pedro Matos Tak Sabar Rasakan Magis Bonek di GBT Saat Laga Persebaya vs Dewa United
Chemistry Instan dengan Lini Tengah Bajul Ijo
Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah betapa cepatnya Pedro Matos menyatu dengan pola permainan rekan-rekan barunya. Ia tampak langsung 'nyetel' dengan pilar lini tengah lainnya seperti Francisco Rivera, Bruno Moreira dan Rachmat Irianto.
"Tidak ada masalah sama sekali. Saya merasa memiliki chemistry yang baik dengan Rivera dan Bruno. Kami bisa menguasai bola dan menemukan ruang-ruang yang berbeda di lapangan," ujar Pedro Matos, usai pertandingan.
Fleksibilitas Taktis: Gelandang Nomor 8 dan 10
Dalam laga debutnya, Pedro Matos menempati posisi yang hampir serupa dengan Rivera, yakni sebagai gelandang serang (nomor 10). Namun, berkat kecerdasannya dalam membaca permainan, ia mampu menempatkan diri dengan baik tanpa mengganggu aliran bola satu sama lain.
Kemampuan adaptasi ini bukan tanpa alasan, Pedro Matos memiliki atribut sebagai gelandang serbaguna.
Selain piawai sebagai pengatur serangan, ia juga fasih berperan sebagai gelandang box-to-box atau nomor 8, peran yang sering ia mainkan saat membela Semen Padang di putaran pertama.
"Saya bisa bermain sebagai nomor 10 seperti Rivera, dan saya juga bisa bermain sebagai nomor 8. Bagi saya, memiliki rekan setim yang berkualitas memudahkan tugas saya untuk bergerak bebas, mengoper bola dan mencoba membuat assist," tegasnya.
Menanti Aksi di Gelora Bung Tomo
Performa impresif di Bantul ini, menjadi modal berharga bagi Pedro Matos untuk mengunci posisi utama di skuad asuhan pelatih Persebaya.
Ujian sesungguhnya akan hadir ketika Persebaya menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (1/2/2026) mendatang.
Dengan dukungan penuh dari Bonek, kehadiran Pedro Matos diharapkan mampu memberikan dimensi baru bagi kreativitas serangan Persebaya dalam persaingan papan atas Liga 1.
| Nobar Arema FC Vs Persebaya di Kafe Pun Ramai, Bonek Bergelora Rayakan Kemenangan 0-4 |
|
|---|
| Pemilik Kafe Sumringah, Gelar Nobar Persebaya Lawan Arema, Raup Omzet Jutaan Rupiah |
|
|---|
| Arema Dibantai Persebaya 0 - 4, Kata Plt Wali Kota Batu: Bukan Jelek, Tapi Kurang Beruntung |
|
|---|
| Dari Meriah Jadi Hening, Aremania Kecewa Berat Usai Arema Tumbang Oleh Persebaya Surabaya 0-4 |
|
|---|
| Marcos Santos Minta Maaf ke Aremania karena Arema FC Kalah Telak 0-4 dari Persebaya : Memalukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pemain-asing-Persebaya-Pedro-Matos-2712026.jpg)