20 Negara Luar Negeri Ikuti Tenis ITF Widjojo Soejono 2025 di Surabaya
Sebanyak 550 petenis meramaikan Tenis ITF Widjojo Soejono Internasional Junior Championship ke-42 tahun 2025 di Surabaya
SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 550 petenis meramaikan Tenis ITF Widjojo Soejono Internasional Junior Championship ke-42 tahun 2025 di Surabaya. Mereka bakal bertanding memperebutkan juara mulai 28 September - 5 Oktober 2025.
Petenis sebanyak itu, 120 atlet merupakan petenis dari 20 negara luar negeri. Sisanya merupakan petenis lokal dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia.
Direktur Turnamen ITF Widjojo Soejono Internasional Junior Championship ke-42, Didik Utomo Pribadi menjelaskan, ada l5 lapangan yang bakal dipakai sebagai venue 550 bertanding. Kelima lapangan yang disiapkan panitia pelaksana (Panpel), yakni lapangan Makodam V/Brawijaya, Marinir Karangpilang, Wiyung, Unesa kampus Lidah Wetan, dan lapangan PDAM Ngagel Surabaya.
"Untuk internasional dipertandingkan di lapangan tenis Unesa kampus Lidah Wetan Surabaya. Kualitas lapangannyacukup bagus dan standar internasional," sebut Didik Utomo Pribadi di sela-sela pembukaan Tenis ITF Widjojo Soejono Internasional Junior Championship ke-42 tahun 2025 di lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya, Senin (29/9).
Negara luar negeri yang ikut ambil bagian di ITF Widjojo Soejono Internasional Junior Championship ke-42 tahun 2025, antara lain, Brunei Darussalam, Palestina, Koresa Selatan, Thailand, Philipina, Hong Kong, Australia, Malaysia, China, Singapapura, India, Sri Lanka, Kamboja, Amerika Serikat, Makau, Italia, Hungaria, Taiwan, Japan, Austria, Laos, New Zealand, Türki, Inggris, Polandia, Myanmar Vietnam, Banglades, Swiss, dan Jerman.
Kejuaraan Tenis ITF Widjojo Soejono Internasional Junior Championship ke-42 tahun 2025 ini dijadwalkan mempertandingkan Mulai KU-8 tahun, KU-10 tahun, KU-12 tahun, KU-14 tahun dan KU-16 tahun.
"Tahun ini ada 20 negara luar negeri dengan jumlah atlet 120 asing dengan total jumlah yang ikut 550 atlet. Ini cukup banyak dan menggembirakan," sebut Ismed Jauhar, Ketua Pengprov Pelti Jatim.
Ismed menuturkan, pembinaan tenis ini dilakukan secara berjenjang mulai KU 8 tahun hingga KU 16 tahun.
"saya berharap atlet-atlet, terutama petenis Jatim dan Indonesia bisa mengikuti event lain secara bejenjang. Dan untuk KU 16 tahun bisa tampil di level internasional," harap Ismed.
Ismed menegaskan, Jatim ini sudah menjadi barometer dan gudang petenis potensial dan berkualitas. Prestasi petenis Jatim juga bagus-bagus, terbukti bisa juara umum dua kali di PON.
"Mudahpmudahan atlet juniornya bisa meraih prestasi dan mengikuti jejak petenis senior dengan prestasi bagus," terang Ismed.
Ismed menuturkan, pembinaan atlet tenis supaya berprestasi tidak hanya tugas dari Pengprov Pelti Jatim.
"Instansi lain, seperti KONI, Pengkab/Pengkot dan Pemprov juga diharapkan bisa ikut memberi support,: harap Ismed. fat
| Riyan Ardiansyah Cetak Gol Perdana, Persebaya Harap Konsistensi di Lini Depan |
|
|---|
| Rachmat Irianto Jalani Operasi, Persebaya Harus Bangkit di Enam Laga Tersisa |
|
|---|
| Aktivitas Tanda Tangan Elektronik Melonjak, Privy Genjot Edukasi Masyarakat |
|
|---|
| Polisi Benarkan Penanganan Pelaku Joki UTBK 2026 Surabaya: Motif dan Modus Operandi Didalami |
|
|---|
| Kasus Joki UTBK 2026 Surabaya: Diduga Jaringan Lebih Luas, Puluhan Nama Peserta Anomali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Tenis-ITF-Widjojo-Soejono-Internasional-Junior-Championship-ke-42-tahun-2025.jpg)