Honda DBL with Kopi Good Day 2025 2026

Bintang Smada Tak Mau Jumawa meski Menang Besar di Opening DBL 2025, Aliqa: Kami Belum Perfect

tim basket putri SMAN 2 Surabaya (Smada) melawan SMAN 10 Surabaya (Bigten) di DBL Arena Surabaya.

Editor: irwan sy
DBL Indonesia
BINTANG SMADA - Bintang tim basket putri SMAN 2 Surabaya (Smada), Aliqa Quinsha Dinata, saat memimpin timnya melawan SMAN 10 Surabaya (Bigten) Opening Party Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Kamis (28/8/2025). Di laga ini, Aliqa Quinsha Dinata tampil gemilang dengan catatan 24 poin, 6 rebounds, 8 assists, 6 steals, serta 60 persen field goal. 

SURYA.co.id - Opening Party Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java-North ditutup dengan laga sengit antara tim basket putri SMAN 2 Surabaya (Smada) melawan SMAN 10 Surabaya (Bigten) di DBL Arena Surabaya, Kamis (28/8/2025).

Pertandingan yang digelar pada pukul 19.00 WIB ini menjadi panggung dominasi Smada, yang menang telak dengan skor 64-2.

Bintang utama kemenangan Smada adalah Aliqa Quinsha Dinata, yang tampil gemilang dengan catatan 24 poin, 6 rebounds, 8 assists, 6 steals, serta 60 persen field goal. 

Baca juga: Comeback Totalitas Telumania dan Sentuhan Baru Songomania Warnai Opening Party DBL Surabaya 2025

Pemain bernomor punggung 18 ini mendapat dukungan dari rekannya, Rayina Riski Ardiningrum dan Nadhira Asyifa Aminudien, yang masing-masing menyumbang 16 poin.

Pada saat itu, Bigten hanya mampu mencetak dua poin melalui forward Dian Ayudya Pramesti di kuarter keempat. Sejak peluit awal, Smada langsung menguasai permainan. 

Babak pertama sangat epic (spektakuler) ditutup dengan keunggulan 28-0 untuk Smada.

Pada babak kedua, Smada tetap trengginas dengan strategi yang berjalan efektif.

Bahkan, pada kuarter empat mereka mencatat 26 poin tambahan.

Hingga laga berakhir, Smada semakin menjauh dengan selisih 62 angka.

Meski menang telak, Smada mengaku penampilan mereka belum maksimal.

Menurut Aliqa, masih ada banyak kesalahan yang perlu diperbaiki dan hasil latihan belum sepenuhnya terealisasi.

Namun, ia senang karena tim sudah bermain kolektif dan mengurangi permainan individual.

“Sebenarnya tuh belum terlalu perfect ya. Masih banyak banget kesalahan dan apa yang dilatih itu belum jalan. Cuman, yang aku seneng banget tuh kita udah main sebagai tim dan tidak individual lagi,” ujar Aliqa.

Pemain berpostur 163 cm juga mengungkapkan rahasia performanya dengan rajin mereview pertandingan-pertandingan musim lalu dia mencatat kekurangan, dan memperbaikinya dalam latihan agar bisa tampil lebih baik musim ini.

“Mungkin dari aku tuh selalu me-review dari DBL tahun lalu. Aku ngelihat salahnya di mana, terus dilihat dari seluruh gim selama setahun ke belakang aku review semua dan aku perbaikin kurangnya di mana. Cuman, memang belum sempurna ya dan belum sebagus apa yang aku inginkan,” tambahnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved