Rabu, 29 April 2026

Cerita Para Kiai

Sosok Prof Bisri, Anak Kiai Kampung Jadi Rektor UB hingga Bangun Ponpes Berbasis Sains dan Agama

Mantan Rektor UB (2014-2018), Prof. Mohammad Bisri , membagikan kisah hidupnya dari anak kiai kampung hingga membuat ponpes berbasis Agama dan Sains

Editor: Arum Puspita
Youtube
REKTOR UB - Tangkap layar video program Cerita Para Kiai di Youtube Tribunnews.com tayang Sabtu (28/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mantan Rektor UB (2014-2018), Prof. Dr. KH Mohammad Bisri MS, membagikan kisah hidupnya dari anak kiai kampung hingga menjadi Guru Besar Teknik Pengairan. 
  • Kini ia fokus mengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh dengan visi modern: menggabungkan Ilmu Agama dan Sains.
  • Baginya, Islam harus memimpin peradaban di segala zaman. 
  • Prof. Bisri menekankan pentingnya santri menguasai ilmu dunia dan akhirat agar tidak tertinggal secara global.

 

SURYA.CO.ID - Sosok Rektor Universitas Brawijaya (UB) periode 2014-2018, Prof Dr KH Mohammad Bisri MS, membagikan perjalanan hidupnya yang menginspirasi. 

Lahir dari keluarga kiai kampung di Mbetek, Kota Malang, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh ini mengenang masa kecilnya yang sederhana, namun disiplin.

Sejak kecil, ia terbiasa menghabiskan siang hari untuk sepak bola dan malam hari untuk mengaji.

Kisah perjuangan hidup sang akademisi sekaligus kiai berpengaruh ini dirangkum dalam program eksklusif "Cerita Para Kiai" yang tayang, Sabtu (28/2/2026). 

Bagaimana Kisah Prof Bisri?

Sejak kecil, kehidupan Prof Bisri tidak lepas dari pendidikan agama dan aktivitas fisik. 

Siang hari ia asyik bermain sepak bola, sementara malam harinya rutin mengaji langsung kepada sang ayah.

"Iya, Mas. Waktu kecil kalau malam pasti ngaji. Itu dari Abah saya. Kalau pagi sekolah, sorenya olahraga."

"Jadi karakter saya terbentuk dari dua itu," ujarnya saat diwawancarai eksklusif dalam program Cerita Para Kiai di Youtube Tribunnews.com, Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Anak Kiai Kampung Jadi Rektor UB Malang, Kisah Prof Bisri Bangun Ponpes Berbasis Sains dan Agama

Berawal dari Ketidaksengajaan

Perjalanan akademik Prof Bisri berawal dari buah dari ketidaksengajaan.

Ia sebenarnya bercita-cita masuk jurusan manajemen ekonomi, tetapi gagal karena kalah bersaing dalam seleksi di perguruan tinggi negeri.

Tak menyerah, Prof Bisri kembali mencoba masuk kampus dan memilih jurusan yang relatif sepi peminat, yakni Teknik Pengairan di UB Malang.

Keputusan itu menjadi titik awal karier akademiknya hingga akhirnya meraih gelar profesor, menjadi dekan pada 2013, hingga terpilih sebagai Rektor Universitas Brawijaya (UB) pada 2014.

"Saya ini sebenarnya terpaksa nyalon rektor, tapi akhirnya malah terpilih," katanya sambil tertawa.

Bangun Pondok Pesantren

Di tengah karier akademiknya, Prof Bisri juga terlibat dalam pendirian pondok pesantren yang awalnya hanya berdiri di atas lahan sekitar 500 meter persegi pada tahun 1996.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved