Cerita Para Kiai
Anak Kiai Kampung Jadi Rektor UB Malang, Kisah Prof Bisri Bangun Ponpes Berbasis Sains dan Agama
Kisah Prof Bisri, anak kiai kampung yang jadi Rektor UB Malang hingga sukses bangun Pesantren Bahrul Maghfiroh berbasis sains.
Ringkasan Berita:
- Prof Bisri, anak kiai kampung asal Malang, berhasil menduduki puncak karier akademis sebagai Rektor Universitas Brawijaya periode 2014-2018.
- Bermula dari kegagalan masuk jurusan impian, ia membuktikan kesuksesannya melalui jalur Teknik Pengairan.
- Kini, ia aktif mengasuh Pesantren Bahrul Maghfiroh dengan mendobrak stigma pesantren dan memadukan sains, teknologi AI, dan agama.
Reporter: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Video, Foto : Purwanto
SURYA.CO.ID, MALANG - Perjalanan hidup Prof Dr KH Mohammad Bisri MS menyimpan banyak pesan moral dan keteladanan. Lahir dari keluarga kiai kampung di kawasan Mbetek, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), ia sukses menjadi Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang periode 2014-2018.
Sejak kecil, kehidupan Prof Bisri tidak lepas dari pendidikan agama dan aktivitas fisik. Siang hari ia asyik bermain sepak bola, sementara malam harinya rutin mengaji langsung kepada sang ayah.
"Iya, waktu kecil kalau malam pasti ngaji. Kalau pagi sekolah, sorenya olahraga. Jadi karakter saya terbentuk dari dua itu," ujar Prof Bisri saat diwawancarai eksklusif dalam program Cerita Para Kiai pada Sabtu (28/2/2026).
Awal Mula Karier Akademik
Karier akademik Prof Bisri ternyata bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Ia sempat bercita-cita masuk jurusan manajemen ekonomi, namun gagal dalam seleksi.
- Pilih Jurusan Sepi Peminat: Tak pantang menyerah, ia masuk ke Teknik Pengairan di UB Malang karena persaingannya dinilai tidak terlalu ketat.
- Raih Posisi Puncak: Keputusan itu justru membawanya meraih gelar profesor, menjabat Dekan Teknik pada 2013, hingga akhirnya terpilih sebagai Rektor UB pada 2014.
- Terpilih Jadi Rektor: "Saya ini sebenarnya terpaksa nyalon rektor, tapi akhirnya malah terpilih," ungkapnya sambil tertawa.
Membangun Pesantren Berbasis Sains
Selain gemilang di dunia akademik, Prof Bisri juga gigih dalam mengembangkan pendidikan Islam. Ia kini mengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh yang telah memiliki luas hampir 4 hektare.
Awalnya, pada 1996, ponpes tersebut hanya seluas 500 meter persegi. Setelah sempat dikelola oleh sang adik, almarhum Gus Lukman, Prof Bisri kembali memegang amanah penuh mulai 2017.
- Ubah Stigma Pesantren: Ia menolak keras anggapan pesantren sebagai tempat penitipan anak nakal. "Pondok itu tempat mencari ilmu agama, bukan tempat anak-anak nakal," tegasnya.
- Gabungkan Agama dan Sains: Prof Bisri membuat gebrakan dengan memadukan ilmu agama dan teknologi.
- Fasilitas Modern: Pesantrennya kini dilengkapi laboratorium digital, Artificial Intelligence (AI), dan studio multimedia.
"Kalau hanya ilmu agama, dunia bisa tertinggal. Kalau hanya ilmu dunia, akhirat bisa terlantar. Islam harus menang di segala zaman," tuturnya bijak.
Ke depannya, Prof Bisri berencana menerapkan standar pendidikan internasional dari Cambridge, lengkap dengan pembelajaran berbasis bahasa Inggris, guna mencetak santri yang siap bersaing di tingkat global.
Cikal Bakal Ponpes Bahrul Maghfiroh
Berdasarkan catatan sejarah, cikal bakal Ponpes Bahrul Maghfiroh didirikan oleh Prof Bisri pada 1995 di bawah naungan Yayasan Al Ma'rifat. Pada 1998, namanya berganti menjadi Bahrul Maghfiroh dan diasuh oleh adiknya, KH Luqmanul Karim (Gus Luqman).
Selama dikelola Gus Lukman, pondok ini berkembang pesat hingga membentuk yayasan baru bertajuk "Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia" pada 2011.
Sepeninggal Gus Lukman pada 2017, Prof Bisri yang kala itu masih menjabat sebagai Rektor UB Malang (2014-2018), mengambil alih kepemimpinan ponpes sebagai bentuk amanah terakhir sang adik. Di tangannya, ponpes ini semakin maju dan mengintegrasikan ilmu agama dengan teknologi mutakhir.
Cerita Para Kiai
Prof Dr KH Mohammad Bisri MS
Prof Bisri
Rektor UB Malang
Ponpes Bahrul Maghfiroh
Malang
Jawa Timur
Meaningful
Multiangle
Ramadan 2026
Ramadan 1447 H
Ramadhan
| Sejarah Pondok Gontor Ponorogo: Jejak Pesantren Tegalsari hingga Menjadi PMDG |
|
|---|
| Kisah Inspiratif Perjalanan Hidup Habib Achmad Reza Alatas, 12 Tahun Menuntut Ilmu di Yaman |
|
|---|
| Kisah Kiai Bayanuddin Sudin, Sempat Hidup Bersama Anak Jalanan, Kini Pimpin Pondok Harisul Khairaat |
|
|---|
| Bangun Pesantren dari Nol, Perjuangan KH Khammad Masum Kini Asuh Ponpes di 26 Titik di Semarang |
|
|---|
| Belajar dari Prof Bisri, Anak Kiai Kampung yang Jadi Rektor UB Malang, Gabungkan Agama dan Sains |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Prof-Dr-KH-Mohammad-Bisri-MS-932026.jpg)