Jumat, 24 April 2026

Ramadan 2026

Kapan Nuzulul Quran 2026? Ini Jadwal, Makna, dan Amalan yang Bisa Dilakukan

Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting bagi Umat Islam yang diperingati setiap 17 Ramadan. Kapan akan diperingati di tahun 2026?

Editor: Arum Puspita
Tribunnews.com/Jeprima
MENGAJI - Seorang anak sedang membaca Iqra di Masjid Layur Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/5/2018) 

Ringkasan Berita:
  • Peristiwa Nuzulul Quran 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026. Momen turunnya Al-Quran pada 17 Ramadan ini menjadi waktu istimewa untuk meraih pahala besar. 
  • Ustaz Adi Hidayat menyebut Al-Quran sebagai mukjizat teragung sekaligus pedoman hidup manusia.
  • Amalan utama yang dianjurkan meliputi membaca dan tadabur Al-Quran, mendirikan salat malam, hingga iktikaf di masjid. 

 

SURYA.CO.ID - Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting bagi Umat Islam yang diperingati setiap 17 Ramadan

Momen ini diperingati untuk mengenang peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Nuzulul Quran dijelaskan dalam Surat Al Baqarah ayat 185.

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)." 

Kapan Nuzulul Quran?

Sehubungan dengan itu, banyak masyarakat Muslim yang mulai mencari informasi kapan waktu Nuzulul Quran 2026?

Mengacu pada penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriyah yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka 17 Ramadan bertepatan pada 7 Maret 2026 mendatang. 

Keistimewaan Nuzulul Quran

Ilustrasi membaca Alquran untuk artikel tentang Nuzulul Quran 17 Ramadan
Ilustrasi membaca Alquran untuk artikel tentang Nuzulul Quran 17 Ramadan (Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq)

Baca juga: Apa Itu Nuzulul Quran yang Jatuh 17 Ramadan? Simak Makna dan Sejarahnya

Pendakwah Ustadz Adi Hidayat pernah menjelaskan keistimewaan Nuzulul Quran

"Di antara peristiwa nan agung dan teristimewa yang berlangsung di Bulan Ramadhan adalah peristiwa diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (Saw) sebagai wahyu utama," katanya, dikutip SURYA.CO.ID dari YouTube Adi Hidayat Official, Sabtu (15/3/2025).

Peristiwa Nuzulul Quran bahkan secara tegas diungkapkan Allah Swt di dalam Al Quran mengiringi rangkaian ayat-ayat puasa. 

"Bila kita baca, rangkaian ayat-ayat puasa ini kita temukan dari ayat 183, 184, 185, 186 dan 187 pada Surat Al Baqarah. Penegasan ini (Nuzulul Quran) kita temukan di ayat pertengahannya yaitu 185," jeladnya. 

Allah Subhaahu Wa Ta'ala tegas berfirman: 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (١٨٥) 

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur." 

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Al Quran diturunkan bukan hanya menjadi kitab bacaan sehari-hari, melainkan sebagai petunjuk dan pedoman bagi kehidupan 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved