Jumat, 8 Mei 2026

Ramadan 2026

Apa itu Nuzulul Quran? Ini Keutamaan dan Amalan di Malam Istimewa Bulan Ramadan

Nuzulul Quran adalah peristiwa pertama kali turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril

Tayang:
Editor: Arum Puspita
Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq
AMALAN - Ibadah salat tarawih berjamaah di Surabaya, Jawa Timur 

Ringkasan Berita:
  • Nuzulul Quran adalah peristiwa pertama kali turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa sakral ini ditegaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 sebagai petunjuk dan pembeda bagi manusia.
  • Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Berdasarkan kalender Hijriyah, pada tahun 2026, malam Nuzulul Quran diprediksi jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026 setelah waktu Maghrib.
  • Umat Muslim dianjurkan untuk mengisi malam istimewa ini dengan berbagai ibadah

 

SURYA.CO.ID - Nuzulul Quran merupakan salah satu peristiwa paling sakral dalam Islam yang terjadi pada bulan suci Ramadhan.

Peristiwa ini menandai momen pertama kalinya Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.

Nuzulul Quran dijelaskan dalam Surat Al Baqarah ayat 185.

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)." 

Keistimewaan Nuzulul Quran

Nuzulul Quran adalah salah satu momem istimewa di dalam Bulan Ramadhan. 

"Di antara peristiwa nan agung dan teristimewa yang berlangsung di Bulan Ramadhan adalah peristiwa diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (Saw) sebagai wahyu utama," kata Pendakwah Ustadz Adi Hidayat, dikutip SURYA.CO.ID dari YouTube Adi Hidayat Official, Sabtu (15/3/2025).

Peristiwa Nuzulul Quran, lanjut Ustadz Adi Hidayat bahkan secara tegas diungkapkan Allah Swt di dalam Al Quran mengiringi rangkaian ayat-ayat puasa. 

"Bila kita baca, rangkaian ayat-ayat puasa ini kita temukan dari ayat 183, 184, 185, 186 dan 187 pada Surat Al Baqarah. Penegasan ini (Nuzulul Quran) kita temukan di ayat pertengahannya yaitu 185," jeladnya. 

Allah Subhaahu Wa Ta'ala tegas berfirman: 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (١٨٥) 

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur." 

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Al Quran diturunkan bukan hanya menjadi kitab bacaan sehari-hari, melainkan sebagai petunjuk dan pedoman bagi kehidupan 

"Tujuan utama Al Quran adalah sebagai pedoman bekehidupan untuk seluruh manusia tanpa kecuali," tegasnya. 

"Dijelaskan bagaimana kita terlahir, untuk apa kita berkehidupan, bagaimana perkembangan dan tumbuh kita dari kecil sampai dengan dewasa. Bagaimana kita memilih aktivitas di dunia yang kita jalani ini, bagaimana kita menata hidup yang baik, apa yang harus dikerjakan, apa yang musti kita tinggalkan, bagaimana kita menjalani hidup sampai ke ujung wafat kita meninggalkan dunia. Peristiwa apa yang terjadi dalam konteks kita meninggalkan dunia ini saat sakaratul maut, apa yang terjadi di alam kubur, bagaimana keadaan manusia saat dibangkitkan, seperti apa peristiwa dalam kebangkitan itu. Bagaimana dan kapan, serta dimana manusia dikumpulkan setelah kebangkitan, hingga pada puncaknya adalah penghisaban dan penentuan apakah kita mendapatkan ridha Allah dengan surga itu, atau kah bertepat di tempat hukuman yang kita kenal dengan neraka itu. Itulah Al Quran," jelas Ustadz Adi Hidayat. 

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved