Minggu, 19 April 2026

Ramadan 2026

Berburu Takjil di Lamongan: Ini Daftar Lokasi Ngabuburit Paling Populer

Cek lokasi berburu takjil paling populer di Lamongan, Jawa Timur. Mulai dari Alun-alun hingga Nasi Boranan di Jalan KH Ahmad Dahlan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Hanif Manshuri
LOKASI BERBURU TAKJIL - Jalan Basuki Rahmat, salah satu diantara ruas jalan dalam kota Lamongan, Jawa Timur, yang ramai setiap sore saat bulan Ramadan dipenuhi penjual takjil dadakan dan jadi buruan mereka yang berpuasa, Rabu (18/2/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Warga Lamongan, Jawa Timur, memadati jalan protokol seperti Sunan Drajat dan Lamongrejo untuk berburu menu buka puasa.
  • Nasi Boranan di Jalan KH Ahmad Dahlan menjadi kuliner berat favorit warga saat ngabuburit.
  • Ramadan 1447 H menjadi momentum kebangkitan ekonomi UMKM lokal dengan lonjakan pembeli di pasar tradisional.

 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Suasana sore di sejumlah ruas jalan kota Lamongan, Jawa Timur (Jatim), berubah meriah seiring masuknya bulan suci Ramadan 1447 H/2026, Rabu (18/2/2026). Warga terpantau memadati berbagai titik keramaian untuk berburu takjil, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner legendaris Nasi Boranan.

Titik Keramaian Berburu Takjil di Lamongan

Beberapa titik lokasi menjadi pusat perhatian masyarakat untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit. Lokasi yang paling diminati antara lain:

  • Jalan Lamongrejo
  • Jalan Sunan Drajat
  • Jalan Basuki Rahmat
  • Pertigaan Made Lamongan

Di pusat kota, tepatnya di sisi timur Alun-alun Lamongan, puluhan pedagang musiman menjajakan aneka menu segar seperti kolak, es buah, hingga gorengan hangat yang selalu ludes menjelang Magrib.

Nasi Boranan Jadi Primadona di KH Ahmad Dahlan

Bagi warga yang mencari santapan lebih berat, Jalan KH Ahmad Dahlan di sisi selatan Alun-alun menjadi tujuan utama. Di sini, Nasi Boranan yang merupakan kuliner identitas asli Lamongan tetap menjadi primadona karena rasanya yang autentik dan harga terjangkau.

"Banyaknya pilihan menu dan lokasi yang strategis membuat tempat-tempat ini selalu ramai. Kita bisa beli takjil sekalian jalan-jalan sore bersama keluarga," ujar Nur Hayati, salah seorang warga asal Kecamatan Deket.

Aktivitas Ekonomi UMKM Meningkat Tajam

Peningkatan aktivitas warga juga merambah ke area Masjid Agung Lamongan serta pasar-pasar tradisional seperti Pasar Tingkat, Pasar Sidoharjo, hingga Pasar Babat. Para pedagang mengakui adanya lonjakan omzet yang signifikan dibandingkan hari biasa.

Khusnul Khotimah, seorang pedagang di pasar setempat, menyebut momen Ramadan selalu membawa keberkahan tersendiri. Hal ini membuktikan bahwa tradisi berburu takjil bukan sekadar rutinitas menunggu waktu berbuka, melainkan mesin penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM di Lamongan.

Alun-alun Lamongan Jadi Pusat Takjil

Alun-alun Lamongan dan sekitarnya secara historis merupakan titik nol kilometer yang menjadi pusat pemerintahan dan sosial. Saat Ramadan, Pemkab Lamongan biasanya memberikan ruang bagi PKL untuk berjualan secara tertata di ruas jalan tertentu. 

Nasi Boranan sendiri adalah makanan khas yang terdiri dari nasi, bumbu rempah merah, emping dan lauk pauk yang hanya bisa ditemukan secara masif di pusat kota Lamongan, menjadikannya buruan utama warga saat berbuka.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved