Sabtu, 2 Mei 2026

Ramadan 2026

Kapan Puasa Ramadan 2026 di Surabaya? Ini Jadwal Sidang Isbat Pemerintah, Diprediksi Ada Perbedaan

Kapan Puasa Ramadan 2026 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim)? Ini jadwal penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriyah. Diprediksi ada perbedaan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
istimewa
PEMANTAUAN - Tim dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jatim saat menggelar Rukyatul Hilal. Untuk penentuan 1 Ramadan tahun ini, LFNU akan menggelar Rukyatul hilal, Selasa (17/2/2026) mendatang. 

Ringkasan Berita:
  • Terdapat prediksi perbedaan awal puasa yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari atau 19 Februari 2026.
  • Perbedaan ini muncul karena posisi hilal diperkirakan masih di bawah 3 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria imkanur rukyat (kemungkinan terlihatnya hilal) yang disepakati oleh forum ulama Asia Tenggara, meski secara perhitungan hisab tertentu bulan sudah berganti.
  • Pemerintah akan melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di 21 titik lokasi di Jawa Timur pada Selasa sore (17/2/2026). 

 

SURYA.CO.ID - Kapan Puasa Ramadan 2026 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim)?

Hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan kapan 1 Ramadan 2026 atau 1447 Hijriyah.

Sebab, 1 Ramadan 1447 Hijriyah baru akan ditetapkan usai pemantauan hilal atau rukyatul hilal, Selasa (17/2/2026) sore. 

Kendati begitu, awal Ramadan tahun ini diprediksi mengalami perbedaan antara pemerintah organisasi Muhammadiyah. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, melalui laman resmi MUI yang diakses SURYA.CO.ID, Selasa (17/2/2026) sekira pukul 10.30 WIB.

Cholil Nafis lantas mengajak masyarakat menyikapi potensi perbedaan itu secara bijak.

"Hampir dipastikan berpotensi berbeda, mengawali Ramadhan ini kita berbeda."

"Karena sudah ada yang menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari ini," kata Cholil.

Menurut Cholil, perbedaan itu terjadi karena sebagian pihak menggunakan metode hisab dengan kalender global dalam menentukan awal Ramadan 2026.

Sementara pihak lainnya menggunakan metode hisab yang dikombinasikan dengan imkanur rukyat, yaitu kemungkinan terlihatnya hilal setelah matahari terbenam.

"Nah, menurut imkan rukyat kemungkinan hilal bisa dilihat ini tak mungkin dapat diamati," ujar Cholil.

Ia menjelaskan bahwa posisi hilal diperkirakan masih berada di bawah 3 derajat.

SHOLAT SUNAH - Ilustrasi membaca niat sholat tarawih di bulan Ramadan.
SHOLAT SUNAH - Ilustrasi membaca niat sholat tarawih di bulan Ramadan. (Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq)

Padahal, berdasarkan kesepakatan Mabims, forum ulama Asia Tenggara yang meliputi Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam, hilal dinyatakan memenuhi kriteria jika berada di atas 3 derajat.

"Jadi bisa dipastikan awal Ramadan kita ini akan berbeda. Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved