Jumat, 17 April 2026

Ramadan 2026

Panduan Sholat Tarawih dan Sholat Witir Selama Bulan Ramadan

Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad yang bisa dikerjakan berjamaah maupun sendiri. Begini tata cara melakukannya

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Surya.co.id/Pramita Kusumaningrum
SALAT - Shalat tarawih di Masjid Jami Bathoro Katong di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada 2025 lalu 

Ringkasan Berita:
  • Sholat Tarawih pertama di tahun 2026 diprediksi jatuh pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Hal ini merujuk pada ketetapan Maklumat Muhammadiyah serta agenda sidang isbat Pemerintah (Kemenag) yang dijadwalkan pada tanggal yang sama.
  • Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad yang bisa dikerjakan berjamaah maupun sendiri. 
  • Terdapat dua pilihan rakaat yang umum dilakukan, yakni 8 rakaat atau 20 rakaat, yang keduanya ditutup dengan sholat Witir sebanyak 3 rakaat.

 

SURYA.CO.ID - Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah di bulan suci Ramadan. 

Ibadah ini dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu subuh, yang umumnya dilaksanakan sebelum sholat Witir.

Sholat Tarawih biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid untuk mempererat silaturahmi antarumat, namun tetap sah jika dikerjakan secara munfarid (sendiri) di rumah.

Hukum dan Keutamaan Sholat Tarawih

Hukum melaksanakan sholat Tarawih adalah sunnah muakkad, yang berarti ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Keutamaan besar ibadah ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan adanya pengampunan dosa bagi mereka yang melaksanakannya dengan tulus:

“Barangsiapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kapan Sholat Tarawih Awal Ramadan 2026 Dilaksanakan?

DOA - Membaca doa niat puasa Ramadan, sahur, dan berbuka puasa
DOA - Membaca doa niat puasa Ramadan, sahur, dan berbuka puasa (Surya.co.id/Pipit Maulidiya)

Baca juga: Niat Sholat Dhuha Selama Ramadan 2026, Lengkap Bacaan Doa dan Keutamaan

Pelaksanaan sholat Tarawih pertama bergantung pada penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. 

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan bulan sabit pada 17 Februari 2026 di 96 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Hasil pemantauan tersebut akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.

Jika dalam sidang isbat diputuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, maka sholat Tarawih pertama akan dilaksanakan pada malam sebelumnya, yakni Selasa malam, 17 Februari 2026, setelah sholat Isya.

Sementara itu, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. 

Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan memulai sholat Tarawih pada Selasa malam, 17 Februari 2026.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Mengutip dari Buku Tuntunan Salat Sunah Tarawih dan Witir Tahun 1445 H/2024 yang diedarkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau, dalam praktiknya, terdapat dua pendapat utama mengenai jumlah rakaat Tarawih:

20 rakaat + 3 rakaat witir
Biasanya dikerjakan dengan pola 2 rakaat salam hingga genap 20 rakaat, lalu ditutup witir 3 rakaat (2 rakaat salam dan 1 rakaat salam).

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved