Sabtu, 11 April 2026

Berita Otomotif

Suzuki Jatim Ungkap Program MBG Dongkrak Penjualan Carry Pick Up

Penjualan mobil Suzuki di Jawa Timur meningkat berkat program MBG. Carry Pick Up jadi tulang punggung dengan target tumbuh 11 persen

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Cak Sur
istimewa
BERI KETERANGAN PENJUALAN - Senior Area Manager UMC Suzuki, Suwandojo Hartono (kiri), memberikan keterangan kepada awak media di Surabaya, Jumat (6/3/2026). Penjualan mobil Suzuki di Jawa Timur terdongkrak permintaan kendaraan niaga, terutama Suzuki Carry Pick Up, yang banyak digunakan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor utama melonjaknya permintaan Suzuki Carry Pick Up di Jawa Timur (Jatim).
  • Pasar otomotif Jatim mulai pulih pada akhir 2025 dengan kenaikan penjualan signifikan di bulan Desember mencapai 7.000 unit.
  • Suzuki menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen pada tahun 2026 melalui berbagai program promosi dan test drive.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penjualan mobil Suzuki di Jawa Timur (Jatim) menunjukkan kinerja positif pada awal tahun 2026.

Salah satu pendorong utamanya adalah meningkatnya permintaan kendaraan niaga untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Senior Area Manager UMC Suzuki, Suwandojo Hartono, mengatakan program pemerintah tersebut memberikan dampak signifikan terhadap penjualan kendaraan. Fokus utama pertumbuhan ini terlihat jelas pada segmen kendaraan pikap.

Permintaan Carry Pick Up Melonjak

Menurut Suwandojo, model Carry Pick Up menjadi tulang punggung penjualan Suzuki di Jatim sejak semester kedua 2025. Produk ini terus mendominasi pasar hingga memasuki awal tahun 2026.

“Backbone Suzuki sampai Januari–Februari ini masih berada di pick up Carry. Permintaannya sangat tinggi sekali,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Suwandojo saat acara buka bersama dengan awak media di Surabaya, Jumat (6/3/26).

Ia menjelaskan, bahwa kebutuhan kendaraan operasional untuk distribusi program MBG memicu kenaikan permintaan di berbagai daerah.

Bahkan, tingginya permintaan sempat membuat pasokan unit tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar yang ada. Kondisi ini mencerminkan gairah ekonomi di sektor logistik dan distribusi.

“Permintaannya luar biasa sampai suplai kami kewalahan. Ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Berikut adalah data perkembangan pasar otomotif di Jawa Timur:

  • Total pasar otomotif Jatim 2025: 68.457 unit (turun sekitar 19–20 persen).
  • Total pasar otomotif Jatim 2024: 87.666 unit.
  • Penjualan November 2025: Tercatat 5.972 unit.
  • Penjualan Desember 2025: Meningkat menjadi sekitar 7.000 unit.

Target Penjualan Suzuki Tumbuh

Secara umum, pasar otomotif di Jawa Timur memang sempat mengalami penurunan sepanjang tahun 2025. Namun, memasuki akhir tahun tersebut, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat.

Suwandojo menilai, momentum peningkatan ini juga didukung oleh peluncuran model baru Suzuki, serta meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga dari berbagai sektor usaha. Hal ini memberikan optimisme baru bagi pelaku industri.

Memasuki tahun 2026, Suzuki menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, perusahaan tetap mewaspadai faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved