Perang Iran Israel
Strategi Baru Iran Hadapi Militer Amerika Serikat, Kini Targetkan Fasilitas Radar di Bahrain
Dugaan serangan radar AS di Bahrain memunculkan indikasi perubahan strategi Iran, dari menyerang pangkalan militer ke sistem sensor.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ringkasan Berita:
- Muncul laporan dugaan serangan rudal Iran terhadap fasilitas radar peringatan dini AS di Jabal ad Dukhan, Bahrain.
- Hingga kini Bahrain, CENTCOM, dan Kedutaan Besar AS belum memberikan konfirmasi resmi terkait insiden tersebut.
- Analis menilai sasaran berupa radar menunjukkan pergeseran strategi Iran ke infrastruktur informasi dan pengawasan.
- Kasus ini juga menyoroti peran OSINT dalam konflik modern, meski kerusakan fasilitas belum dapat diverifikasi secara independen.
SURYA.co.id – Konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk kembali memanas setelah muncul laporan dugaan serangan rudal balistik terhadap fasilitas radar peringatan dini AS di Jabal ad Dukhan, Bahrain.
Informasi ini pertama kali mencuat dari laporan situs dunia militer DSA, Jumat (12/6/2026).
Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah citra intelijen sumber terbuka atau OSINT yang beredar pada Kamis (11/6/2026) memperlihatkan kepulan asap di area yang diyakini sebagai lokasi instalasi radar strategis milik Amerika Serikat.
Hingga kini, Pemerintah Bahrain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), maupun Kedutaan Besar AS di Manama belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan tersebut.
Sasaran Baru Iran: Sistem Sensor dan Peringatan Dini
Jika laporan itu terbukti benar, serangan tersebut dinilai menandai perubahan penting dalam pola konfrontasi Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) disebut mulai mengincar sistem sensor dan peringatan dini, bukan hanya pangkalan militer atau aset tempur konvensional.
"Sasaran yang dipilih bukan lagi sekadar pangkalan militer atau aset tempur, melainkan sistem sensor dan peringatan dini yang menjadi bagian penting dari jaringan pertahanan regional Washington di kawasan Teluk," tulis ulasan DSA, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
Fasilitas radar di Jabal ad Dukhan diyakini memiliki peran krusial dalam memantau lalu lintas udara dan maritim di sekitar Selat Hormuz dan Teluk Arab.
Lokasinya yang berada di titik tertinggi Bahrain memungkinkan radar menjangkau koridor strategis yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia.
Potensi "Titik Buta" Pertahanan AS di Teluk
Para analis militer menilai bahwa upaya melumpuhkan sistem radar dapat menciptakan "titik buta" sementara bagi jaringan pertahanan udara Amerika Serikat di kawasan.
Dampaknya bisa meluas, mulai dari berkurangnya kemampuan mendeteksi peluncuran rudal, mengoordinasikan operasi angkatan laut, hingga memantau ancaman udara di Teluk.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Iran diduga semakin menitikberatkan serangan terhadap infrastruktur informasi dan pengawasan musuh, bukan hanya aset tempur konvensional.
Mengapa Bahrain Sangat Penting bagi Amerika Serikat?
Bahrain memiliki posisi strategis dalam arsitektur keamanan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Negara kecil di Teluk itu menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS dan menampung berbagai fasilitas pendukung operasi militer Washington.
Multiangle
Meaningful
Iran
Amerika Serikat
Perang Iran
Bahrain
Fasilitas radar
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Rencana Damai AS-Iran 2026, Israel Sebut Kesepakatan Trump Ancaman Baru |
|
|---|
| Penyebab Hubungan AS dan Iran Kembali Memanas, Trump dan IRGC Sama-sama Ambil Langkah Ekstrem |
|
|---|
| Imbas Fatal Perseteruan Trump dan Netanyahu, Rudal Iran Kini Bebas Lalu-lalang Hantam Israel |
|
|---|
| Trump Batalkan Serangan Militer ke Iran, Klaim Ada Kesepakatan Besar Jelang Piala Dunia |
|
|---|
| Hubungan Iran-AS Mandek: Teheran Tuntut Trump Cairkan Dana USD 24 Miliar sebagai Bukti Keseriusan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Strategi-Baru-Iran-Hadapi-Militer-Amerika-Serikat-Kini-Targetkan-Fasilitas-Radar-di-Bahrain.jpg)