Senin, 8 Juni 2026

Korupsi di BGN

Respon Mahfud MD Soal Dadan Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi, Sudah Wanti-wanti 3 Bulan Lalu

Mahfud MD menyambut pencopotan Dadan Hindayana dari BGN. Ia menilai kritik terhadap kepemimpinan dan tata kelola sudah muncul sejak awal.

Tayang:
tribunnews
RESPON - Mahfud MD di kantor MMD Initiative Jakarta Pusat pada Selasa (20/8/2024). Mahfud ternyata telah mewanti-wanti 3 bulan sebelumnya terkait penangkapan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana. 

Ringkasan Berita:
  • Mahfud MD menyebut pencopotan Dadan Hindayana sebagai langkah yang tepat dan telah lama dinantikan.
  • Ia menilai Dadan kurang memahami birokrasi pemerintahan, hukum anggaran, dan teknokrasi.
  • Mahfud menyinggung dugaan korupsi di BGN yang kini sedang ditangani oleh kejaksaan.
  • Pergantian tersebut dinilai sebagai bukti Presiden Prabowo mulai lebih responsif terhadap aspirasi dan kritik masyarakat.

 

SURYA.co.id – Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menyambut positif keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Mahfud, berbagai kritik terhadap kepemimpinan Dadan sebenarnya telah muncul sejak awal lembaga tersebut dibentuk.

"Bagus," kata Mahfud saat ditemui di Gedung Kompas, Jakarta, Rabu (3/6/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Mahfud menilai persoalan yang muncul di tubuh BGN bukan sekadar soal program, tetapi juga menyangkut kemampuan manajerial dan pemahaman birokrasi pemerintahan.

Ia menyebut Dadan memiliki kompetensi akademik di bidangnya, namun dinilai kurang memahami tata kelola pemerintahan dan pengelolaan anggaran negara.

"Dadan Hindayana sudah kelihatan hanya ngerti ilmunya, ilmu bidang serangga ya. Tetapi tidak ngerti birokrasi pemerintahan, tidak ngerti hukum anggaran dan sebagainya. Sehingga kita semua protes. Tidak paham teknokrasi dia," ucap Mahfud.

Soroti Dugaan Korupsi yang Kini Ditangani Kejaksaan

MODUS - Pengadaan 21.801 motor listrik senilai Rp1 triliun di BGN kini berujung kasus korupsi. Eks Kepala BGN Dadan Hindayana yang sebelumnya menyebut harga motor dibeli di bawah harga pasar, kini ditetapkan sebagai tersangka bersama dua mantan pejabat lainnya.
MODUS - Pengadaan 21.801 motor listrik senilai Rp1 triliun di BGN kini berujung kasus korupsi. Eks Kepala BGN Dadan Hindayana yang sebelumnya menyebut harga motor dibeli di bawah harga pasar, kini ditetapkan sebagai tersangka bersama dua mantan pejabat lainnya. (tribunnews)

Selain menyoroti aspek kepemimpinan, Mahfud juga menyinggung dugaan korupsi yang saat ini tengah ditangani oleh pihak kejaksaan.

Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu, persoalan terkait penggunaan anggaran BGN sebenarnya sudah menjadi perhatian publik sejak beberapa bulan lalu.

Ia mengaku telah meminta agar persoalan tersebut segera diperiksa secara menyeluruh.

"Kan saya sudah 3 bulan lalu sudah mengatakan, itu harus diperiksa. Anggaran sekian dipermasalahkan oleh masyarakat, kok tidak ada laporan pertanggungjawabannya kepada masyarakat. Tidak dibantah bahwa itu salah atau benar gitu. Nah sekarang meledak," ungkapnya.

Pernyataan tersebut merujuk pada meningkatnya sorotan publik terhadap pengelolaan anggaran di lingkungan Badan Gizi Nasional yang belakangan menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Baca juga: 5 Kontroversi Dadan Hindayana Sebelum Dicopot dari Kepala BGN dan Jadi Tersangka Korupsi MBG

Mahfud: Prabowo Mulai Responsif terhadap Aspirasi Publik

Di sisi lain, Mahfud memandang pergantian pimpinan BGN sebagai sinyal bahwa Presiden Prabowo mulai menunjukkan respons yang lebih cepat terhadap kritik dan tuntutan masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut memperlihatkan adanya evaluasi terhadap kinerja pejabat publik yang mendapat sorotan luas.

Ia juga mengaitkannya dengan perubahan gaya komunikasi pemerintah yang dinilai lebih terbuka terhadap masukan dari berbagai kalangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved