Sabtu, 6 Juni 2026

Ekonom Ungkap Penyebab dan Dampak Rupiah Melemah Rp18.038 per Dolar AS

Rupiah melemah ke Rp18.038 per dolar AS. Ekonom UM jelaskan faktor global, suku bunga hingga dampaknya ke ekonomi Indonesia.

Tayang:
Editor: Cak Sur
istimewa
RUPIAH MELEMAH - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, Prof Dr Puji Handayati SE MM Ak CA CMA saat memberikan pandangannya terkait melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Rupiah melemah ke Rp18.038 per dolar AS, terendah dalam lima tahun terakhir.
  • Ekonom UM sebut faktor global, suku bunga AS dan geopolitik picu pelemahan.
  • Dampak bisa positif bagi ekspor, namun berisiko inflasi impor dan turunkan daya beli.

Laporan Wartawan SURYA.co.id, Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah

SURYA.CO.ID, MALANG - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Puji Handayati SE MM Ak CA CMA, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya disebabkan oleh penguatan dolar AS, tetapi juga kombinasi faktor global dan domestik.

Menurutnya, kurs mata uang ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran valuta asing.

“Ketika permintaan terhadap dolar AS meningkat, sementara pasokan dolar di pasar domestik relatif terbatas, maka nilai dolar akan menguat dan rupiah akan terdepresiasi,” ujar Prof Puji, Jumat (5/6/2026).

Faktor Global: Suku Bunga AS hingga Geopolitik Dunia

Prof Puji menjelaskan, kondisi global turut mempercepat arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:

  • Ketegangan geopolitik global (Israel–Iran, Rusia–Ukraina)
  • Kenaikan harga minyak dunia
  • Kebijakan suku bunga tinggi bank sentral AS
  • Perpindahan modal ke instrumen investasi yang lebih aman

Fenomena ini sejalan dengan teori Interest Rate Parity, di mana perbedaan suku bunga antarnegara mendorong pergerakan modal internasional.

“Investor global cenderung memindahkan dana ke instrumen AS yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dan risiko relatif rendah,” jelasnya.

Rupiah Juga Melemah terhadap Mata Uang Regional

Tidak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga melemah terhadap sejumlah mata uang regional seperti dolar Singapura dan ringgit Malaysia.

Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari Amerika Serikat, tetapi juga daya saing ekonomi negara lain di kawasan.

Singapura dan Malaysia dinilai lebih menarik bagi investor karena:

  • Sektor manufaktur berteknologi tinggi
  • Stabilitas ekonomi
  • Peran sebagai pusat keuangan regional

Pentingnya Komunikasi Kebijakan Ekonomi

Selain faktor ekonomi, Prof Puji menekankan pentingnya komunikasi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga kepercayaan pasar.

Mengacu pada Expectation Theory, ekspektasi pasar dapat lebih berpengaruh dibanding kondisi ekonomi aktual.

“Ketidakpastian komunikasi kebijakan dapat memicu sentimen negatif yang mendorong pelemahan nilai tukar,” ujarnya.

Dampak Pelemahan Rupiah: Risiko dan Peluang

Meski melemah, kondisi rupiah tidak selalu berdampak negatif. Sektor ekspor justru berpotensi diuntungkan karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved