Minggu, 7 Juni 2026

Berita Viral

Update Penyebab Tewasnya Satu Keluarga di Temanggung, Badan Geologi Tak Temukan Gas Beracun

Badan Geologi memastikan tak ada gas vulkanik berbahaya di Posong Temanggung usai empat orang ditemukan meninggal dunia.

Tayang:
kompas.com
GAS BERACUN - Iringan ambulans yang mengangkut 4 jenazah keluarga Ali Munawar tiba di rumah duka. Terkait penyebab kematian mereka masih misteri. Badan geologi tak temukan gas beracun di lokasi. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Geologi ESDM tidak menemukan gas vulkanik berbahaya di Posong Temanggung.
  • Kadar H2S, SO2, dan CO tercatat 0 ppm saat pengukuran lapangan.
  • Aktivitas Gunung Sindoro masih berstatus normal atau Level I.
  • Penyebab pasti meninggalnya empat orang masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

 

SURYA.co.id – Kasus meninggalnya empat orang di Kawasan Wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih menyisakan tanda tanya.

Di tengah spekulasi yang berkembang di masyarakat, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak menemukan indikasi gas vulkanik berbahaya di lokasi kejadian.

Temuan tersebut menjadi sorotan karena Posong berada di kawasan lereng Gunung Sindoro yang dikenal sebagai wilayah wisata pegunungan.

Banyak warga sempat menduga adanya pengaruh gas vulkanik sebagai penyebab insiden tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran konsentrasi gas usai kejadian.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat detektor gas milik Badan Geologi untuk memastikan apakah terdapat pengaruh gas vulkanik dari Gunung Sindoro maupun gas alam di area wisata tersebut.

Hasil Pengukuran Gas di Posong

AUTOPSI - Keluarga Ali Munawar yang meninggal di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Polisi melakukan autopsi pada salah satu jenazah.
AUTOPSI - Keluarga Ali Munawar yang meninggal di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Polisi melakukan autopsi pada salah satu jenazah. (istimewa/tribun jateng)

Dari hasil pengukuran di sejumlah titik, konsentrasi karbon dioksida (CO2) tercatat sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, kadar hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) terpantau 0 ppm.

“Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran,” katanya dikutip SURYA.co.id dari Antara, Jumat (29/5/2026).

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa insiden tersebut belum dapat dikaitkan langsung dengan aktivitas vulkanik Gunung Sindoro.

Baca juga: Alasan Ali Munawar Sekeluarga Masak Barbeque Sebelum Ditemukan Meninggal di Lokasi Wisata Temanggung

Aktivitas Gunung Sindoro Masih Normal

Badan Geologi juga memastikan status aktivitas Gunung Sindoro saat ini masih berada di Level I atau normal.

Kondisi tersebut menunjukkan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dalam periode pengamatan terbaru.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik dan tetap menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti meninggalnya empat orang di lokasi wisata tersebut.

“Vegetasi di sekitar lokasi teramati dalam kondisi normal serta tidak menunjukkan indikasi kerusakan akibat paparan gas berbahaya,” katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved