Sabtu, 6 Juni 2026

Perang Iran Israel

Hubungan AS dan Iran Masih Memanas: Kedua Negara Saling Ngotot dan Belum Mau Mengalah

Hubungan AS dan Iran memanas. Donald Trump menolak pelonggaran sanksi, Iran tetap bersikeras pertahankan hak nuklir dan kendali Selat Hormu

Tayang:
Editor: Pipit Maulidya
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
MUSTAHIL DAMAI - Foto Ilustrasi peperangan antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan AS dan Iran kembali memanas. Donald Trump menolak pelonggaran sanksi dan menegaskan Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk dunia, sementara Iran bersikeras mempertahankan hak nuklir dan kendali wilayahnya. Hingga kini, kedua negara masih saling ngotot tanpa titik damai. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump menegaskan AS tak akan melonggarkan sanksi terhadap Iran.
  • Iran menyebut hak memperkaya uranium dan Selat Hormuz sebagai garis merah.
  • Konflik AS-Iran masih buntu dan belum menunjukkan tanda perdamaian.

 

SURYA.CO.ID - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tampaknya masih jauh dari kata damai.

Meskipun ada upaya perundingan, kedua negara tetap bersikukuh pada pendirian masing-masing terkait tiga isu utama yaitu Selat Hormuz, program nuklir (uranium), dan pencabutan sanksi ekonomi.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan keringanan apa pun kepada Iran sebelum mereka memenuhi tuntutan Amerika.

Trump menekankan bahwa Selat Hormuz, jalur laut vital untuk pengiriman minyak dunia adalah wilayah internasional yang tidak boleh dikuasai oleh Iran.

“Tidak, selat itu akan terbuka untuk semua orang. Itu perairan internasional. Tidak ada yang akan mengendalikannya,” kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

Ia juga memperingatkan akan menggunakan kekuatan militer jika diperlukan.

“Kita akan mengawasinya," tambahnya.

Selain masalah wilayah laut, Trump menolak mencairkan dana milik Iran yang dibekukan atau menghapus sanksi ekonomi. Ia ingin Iran benar-benar mengubah perilakunya terlebih dahulu.

“Tidak, kita tidak sedang membicarakan pelonggaran sanksi atau pemberian uang. Tidak ada sanksi, tidak ada uang, tidak ada apa pun,” tegasnya.

Tanggapan Iran

Di sisi lain, Iran menyatakan tidak akan menyerah dengan gertakan Amerika.

Ebrahim Azizi, pejabat tinggi parlemen Iran, menegaskan ada hal-hal yang tidak bisa ditawar atau menjadi garis merah bagi Iran.

Hal itu mencakup hak untuk memperkaya uranium dan kendali atas wilayah mereka.

“Iran tidak akan terdesak oleh retorika Trump dari garis merahnya: hak untuk memperkaya uranium, kepemilikan uranium yang diperkaya, otoritas atas Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi,” tulis Azizi melalui media sosial X.

Iran juga mengisyaratkan akan mengubah aturan bagi kapal-kapal yang lewat di Selat Hormuz setelah adanya konflik baru-baru ini.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved