Kamis, 28 Mei 2026

Kebakaran Rumah Nenek Dan Cucu Tewas

Olah TKP Kebakaran Tewaskan Nenek dan Cucu, Tim Labfor Periksa Baterai Dan Kabel Hangus

Kebakaran rumah di Sawahan Surabaya menewaskan nenek dan cucu. Polisi sita baterai dan kabel hangus sebagai barang bukti.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Luhur Pambudi
EVAKUASI - Petugas Damkar bersama warga melakukan pemadaman dan evakuasi Kebakaran rumah di Jalan Banyu Kidul Gang Molin, RT 08 RW 04, Banyu Urip, Sawahan, Kota Surabaya, menewaskan dua penghuni rumah, Senin (25/05/2026)malam. 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran rumah di Sawahan Surabaya menewaskan nenek SU (72) dan cucunya MARP (14) yang terjebak di lokasi berbeda. 
  • Polisi menyita baterai hangus, kabel, dan perangkat kelistrikan dari lokasi kebakaran yang diduga dipicu charger motor listrik. 
  • Warga mengaku sebelumnya sudah mengingatkan bahaya pengisian baterai motor listrik yang berdekatan dengan tabung elpiji.

 
SURYA.CO.ID SURABAYA - Kebakaran hebat yang melanda rumah di Jalan Banyu Kidul Gang Molin 2-B, Sawahan, Surabaya, menyisakan duka mendalam.

Dua penghuni rumah, seorang nenek dan cucunya, ditemukan tewas terjebak kobaran api yang diduga dipicu korsleting saat pengisian daya baterai motor listrik.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (26/5/2026) dini hari itu kini masih dalam penyelidikan Polrestabes Surabaya bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.

Korban meninggal diketahui berinisial SU (72) dan cucunya, MARP (14), pelajar kelas satu SMP negeri di Surabaya. Keduanya ditemukan di lokasi berbeda di dalam rumah yang terbakar.

SU ditemukan di area kamar mandi bagian dalam rumah, sedangkan MARP terjebak di salah satu kamar kos di lantai dua bangunan tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS Kebakaran Rumah di Surabaya Nenek dan Cucu Tewas, Diduga dari Charger Motor Listrik

Polisi Sita Baterai dan Kabel Hangus

Anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kebakaran usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut warga sekitar, AR (34), barang yang dibawa petugas di antaranya baterai hangus, perangkat paralel kelistrikan, hingga instalasi kabel yang terbakar.

"Polisi sudah membawa barang bukti yang bisa dibawa. Soalnya keadaannya sudah enggak bisa dibicarakan lagi. Tapi Polisi sudah sigap membawa yang bisa dibawa. Contohnya ya kayak baterai sama peralatan pararel dan kabel-kabel, itu dibawa," ujarnya saat ditemui di lokasi.

AR menjelaskan, ayah korban MARP berinisial DPA (43) diketahui membuka bengkel reparasi sepeda motor listrik di teras rumah sejak hampir dua tahun terakhir. Selain jasa servis, DPA juga disebut memiliki showroom motor listrik di wilayah Benowo, Surabaya.

Baca juga: Nenek dan Cucu Tewas  Ditempat Terpisah Diduga Terjebak Api yang Membesar, Ditemukan di Toilet

"Ya biasanya dia mengerjakan sepeda itu malam. Kadang itu, kalau hari-hari weekend pun kadang dia pas dengan ada pelanggan yang datang ke dia, ya open," katanya.

Warga sekitar, lanjut AR, sebenarnya sudah beberapa kali mengingatkan soal potensi bahaya korsleting listrik di area bengkel. Sebab, lokasi pengisian daya baterai motor listrik berada berdekatan dengan tabung gas elpiji milik toko kelontong keluarga korban.

"Cuman warga itu sudah saling mengingatkan bahwa kalau paralel listrik atau berdekatan dengan elpiji juga kan, itu sangat berbahaya," pungkasnya.

Diduga Bermula dari Charger dan Tabung Elpiji

Keterangan serupa disampaikan tetangga korban, Dwi Prastyo. Ia menyebut pada sore sebelum kejadian, beberapa baterai motor listrik pelanggan sedang diisi daya di area teras rumah.

Posisi alat pengisian daya itu disebut berada dekat tumpukan tabung elpiji tiga kilogram milik toko kelontong keluarga.

Menurut dugaan warga, salah satu tabung elpiji terjatuh lalu mengenai perangkat charger baterai motor listrik hingga memicu korsleting listrik dan percikan api.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved