Kemendikdasmen Luncurkan SMK 3+1, Ribuan Lulusan Dilepas Kerja ke Luar Negeri
Kemendikdasmen meluncurkan program SMK 3+1 dan melepas ribuan lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Kemendikdasmen resmi meluncurkan program SMK 3+1 untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan SMK di dalam dan luar negeri.
- Peluncuran program dibarengi pelepasan lebih dari 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan lembaga kursus ke sejumlah negara tujuan kerja.
- Siswa akan mendapat tambahan satu tahun pembekalan kerja, termasuk pelatihan bahasa asing dan kesiapan administrasi keberangkatan.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan program SMK 3+1 sebagai langkah memperkuat kesiapan lulusan sekolah menengah kejuruan memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Peluncuran program tersebut dibarengi pelepasan lebih dari 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan lembaga kursus untuk bekerja di sejumlah negara.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, mengatakan bahwa program SMK 3+1 dirancang untuk memberikan tambahan pembekalan kepada siswa setelah menyelesaikan pendidikan reguler selama tiga tahun di SMK.
“Programnya ada dua. Pertama, pelepasan lulusan SMK dan kursus untuk bekerja di luar negeri. Kedua, peluncuran program SMK 3+1 sebagai usaha kami menyiapkan lulusan SMK memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Abdul Muti usai pelepasan ribuan lulusan SMK dan LKP di Islamic Center Surabaya Rabu (20/5/2026).
Tambahan Satu Tahun untuk Persiapan Kerja
Abdul Muti menjelaskan, dalam skema SMK 3+1, siswa akan menjalani pendidikan selama 3 tahun di sekolah, dan tambahan 1 tahun khusus untuk penyiapan dunia kerja.
Program tersebut, dijalankan melalui kemitraan dengan perusahaan dan berbagai agensi di dalam maupun luar negeri.
“Mereka bisa belajar di SMK selama tiga tahun, kemudian menambah satu tahun untuk penyiapan masuk dunia kerja dengan kemitraan perusahaan dan berbagai agensi,” katanya.
Menurutnya, program itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar lulusan SMK memiliki kesiapan kerja yang kuat dan mampu bersaing secara global.
Berikut pembekalan yang diberikan dalam program SMK 3+1:
- Tambahan 1 tahun khusus untuk penyiapan dunia kerja.
- Pelatihan bahasa asing bagi siswa SMK.
- Pembekalan budaya dan sistem hukum negara tujuan kerja.
- Pendampingan pengurusan paspor, visa, dan dokumen keberangkatan.
- Kemitraan dengan perusahaan dan agensi kerja di dalam maupun luar negeri.
Jawa Timur Jadi Penyumbang Peserta Terbanyak
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyebut pelepasan tenaga kerja kali ini merupakan tahap pertama dan mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur (Jatim).
“Untuk periode ini kebanyakan dari Provinsi Jawa Timur. Tetapi karena program ini berskala nasional, peserta juga berasal dari provinsi lain,” ujarnya.
Tatang menjelaskan kebutuhan tenaga kerja berbeda di tiap negara tujuan.
Menurutnya, Jepang dan Korea Selatan banyak membutuhkan tenaga caregiver, pertanian dan manufaktur. Sementara Turki membuka peluang besar di sektor hospitality.
“Setiap negara punya kebutuhan dan keunikan masing-masing. Di Turki, mereka sangat percaya dengan tenaga kerja dari Indonesia,” katanya.
Tatang menambahkan, pelaksanaan program SMK 3+1 dilakukan melalui mekanisme pengajuan dan asesmen sekolah oleh Direktorat SMK.
SMK 3+1
Kemendikdasmen
Abdul Muti
lulusan SMK
kerja luar negeri
Surabaya
Jawa Timur
berita Jatim terkini
Meaningful
Multiangle
| Sosok Mahmoud Ahmadinejad yang Disiapkan AS dan Israel Gantikan Ali Khamenei tapi Skenario Buyar |
|
|---|
| Yamaha STSJ Donasikan Mesin MX King ke 12 SMK di Jatim dan NTB untuk Praktik Siswa |
|
|---|
| Peluang Emas UMKM Bangkalan, Dapat Kredit Tanpa Bunga, Bisnis Bisa Melejit Cepat |
|
|---|
| 200 Ribu Anak Terpapar Judol, Mendikdasmen : Perlu Penguatan Literasi Digital di Sekolah |
|
|---|
| Persebaya Surabaya Berpeluang Lolos ASEAN Club Championship, Laga Pamungkas Jadi Penentu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/peluncuran-program-SMK-31-di-Surabaya.jpg)