Rabu, 6 Mei 2026

Hindari Penyakit Jantung, Warga Diajak Rutin Senam Sehat Setiap Hari

Senam jantung di Sidoarjo jadi gerakan preventif agar tubuh sehat dan jantung kuat.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/M Taufik
SENAM JANTUNG - Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) cabang Sidoarjo dr Sriatun Subandi saat menghadiri Pelatihan Senam Jantung Sehat ke-V (SJS V) bagi instruktur senam jantung sehat se Kabupaten Sidoarjo, Selasa (5/5/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Pelatihan SJS V diikuti 140 peserta dari seluruh kecamatan Sidoarjo.
  • Senam jantung bantu cegah penyakit jantung, tingkatkan kebugaran dan kualitas hidup.
  • Peserta diajak jadi agen perubahan, sosialisasikan gaya hidup sehat di masyarakat.

 

SURYA.CO.ID SIDOARJO- Senam jantung bukan sekadar olahraga, tetapi juga upaya preventif yang sederhana agar terhindar dari penyakit jantung.

Dengan rutin melakukannya, kebugaran tubuh dapat terjaga, fungsi jantung diperkuat, serta kualitas hidup dapat meningkat.

“Senam ini dapat dilakukan oleh semua kalangan usia. Dan pelatihan ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat dan bugar, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengaturan pola makan,” jelas Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) cabang Sidoarjo dr Sriatun Subandi di sela Pelatihan Senam Jantung Sehat ke-V (SJS V) bagi instruktur senam jantung sehat se Kabupaten Sidoarjo, Selasa (5/5/2026). 

Menurutnya, kesehatan jantung merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas hidup, terutama di tengah gaya hidup modern yang serba instan. 

Ia menambahkan kurangnya aktivitas fisik seringkali menjadi pemicu berbagai penyakit, khususnya penyakit jantung.

Baca juga: FK Unusa Surabaya Kampanyekan Cegah Penyakit Jantung dengan Gaya Hidup Aktif

“Melalui pelatihan senam jantung ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan aktif,” lanjut Sriatun.

Kegiatan ini diikuti oleh 140 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. 

Sriatun menambahkan banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung pengawet berpotensi merusak tubuh jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik seperti senam.

Selain itu, lanjut Sriatun, keterbatasan gerak anak-anak zaman sekarang yang disibukkan dengan gawai mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik.

Baca juga: Pakar Kesehatan Ungkap Bahaya Sound Horeg, Berisiko Stres Hingga Penyakit Jantung

Senam Jantung Bukan Sekadar Olahraga

Sehingga dapat memicu obesitas dan berujung pada penyakit jantung.

Kepada para peserta, Sriatun juga berharap agar para peserta pelatihan senam jantung dapat menyosialisasikan dan menggalakkan senam jantung kepada masyarakat.

Dimulai dari tingkat RT hingga desa, sebagai upaya pencegahan penyakit jantung.

“Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mendorong keluarga dan masyarakat sekitar untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat melalui aktivitas fisik yang teratur," pesannya.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved