Audiensi Dengan BNPB, Bupati Sidoarjo Bawa Kawasan Langganan Banjir
Bupati Sidoarjo ajukan Rp209 M untuk atasi banjir langganan di sejumlah desa.
Penulis: M Taufik | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Sidoarjo rentan banjir, terutama Kedungbanteng dan Kedungpeluk.
- BNPB beri respons positif, teknis penanganan banjir segera dibahas.
- Rp209,5 miliar diajukan untuk normalisasi sungai, pompa, dan saluran.
SURYA.CO.ID SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi bertemu dengan Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen TNI Suharyanto, Senin (4/5/2026).
Dalam pertemuan yang digelar di Jakarta itu, Subandi memaparkan sejumlah hal terkait banjir langganan yang kerap melanda sejumlah wilayah di Sidoarjo.
Dalam audiensi tersebut, bupati juga mengungkapkan kerentanan geografis Sidoarjo. Sebagai daerah pertemuan aliran sungai dan laut, wilayah seperti Desa Kedungbanteng (Kecamatan Tanggulangin) dan Desa Kedungpeluk (Kecamatan Candi) menjadi titik langganan genangan yang sulit ditangani secara mandiri oleh daerah.
"Kondisi geografis sebagai daerah delta membuat penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Dengan adanya efisiensi anggaran daerah, dukungan pusat melalui BNPB menjadi sangat krusial," ujar Subandi.
Bupati mengajak Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sidoarjo Sabino Mariano dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Mochammad Mahmud, dalam pertemuan tersebut.
Baca juga: Solusi Banjir Sidoarjo: Kebutuhan Anggaran Capai Rp 2,3 Triliun hingga 2029
Keduanya turut memaparkan kondisi lapangan. Mulai titik-titik rawan banjir, hingga kebutuhan teknis penanganannya.
Subandi mengungkapkan, audiensi tersebut mendapat respons positif dari BNPB. Sejumlah langkah konkret, termasuk dukungan bantuan, mulai dibahas untuk mempercepat penanganan banjir di Sidoarjo.
Untuk pembahasan lanjutan, Kalaksa BPBD Sidoarjo sementara diminta tetap berada di Jakarta.
Dalami Teknis Penanganan Banjir Dari BNPB
Di sana dia bertugas mendalami teknis penanganan banjir dari BNPB. Saat pulang, harapannya bisa membawa oleh-oleh berupa solusi konkret yang bisa langsung diterapkan untuk masyarakat Sidoarjo.
“Kami diminta menyampaikan secara detail persoalan yang ada. Mulai dari kapasitas saluran yang tidak mencukupi, kondisi pompa yang perlu ditingkatkan, hingga wilayah-wilayah yang menjadi langganan banjir seperti Desa Kedungbanteng dan Desa Kedungpeluk,” kata Kalaksa BPBD Sidoarjo Sabino Mariano.
Baca juga: Ketua DPD Golkar Sidoarjo : Banjir Bukan Sekadar Persoalan Musiman
Paparan tersebut akan menjadi dasar bagi BNPB dalam merumuskan langkah dukungan yang akan diberikan kepada Pemkab Sidoarjo. Pihaknya berharap hasil audiensi ini bisa segera ditindaklanjuti, sehingga penanganan banjir bisa lebih terarah dan efektif.
Sementara Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Mochammad Mahmud, menambahkan bahwa strategi penanganan banjir akan difokuskan pada peningkatan kapasitas infrastruktur pengendali air, khususnya pompa dan saluran.
“Langkah teknis yang disiapkan meliputi normalisasi sungai, peningkatan kapasitas pompa, serta perbaikan saluran agar aliran air lebih lancar,” ujarnya.
kawasan banjir sidoarjo
BNPB Atasi Banjir Sidoarjo
Bupati sidoarjo audiensi Dengan BNPB
Meaningful
banjir Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com
| Pansus DPRD Jatim Dorong PT DABN Jadi BUMD, Minta Pemprov Matangkan Langkah Strategis |
|
|---|
| DPRD Surabaya Dorong Revitalisasi Pasar Tunjungan Jadi Destinasi Wisata Ikonik |
|
|---|
| Keluarga Minta Otopsi Jasad Anggota TNI AL Ghofirul Kasyfi ke Koarmada II Melalui Kuasa Hukum |
|
|---|
| DPRD Surabaya Desak Rebranding Pasar Tradisional, Arif Fathoni: Harus Naik Kelas |
|
|---|
| Abbyan di Gresik Bikin Bangga, Dari Extra Robotik SD ke Panggung Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bpt-sdjo-audiensi-dengan-BNPB.jpg)