Kamis, 7 Mei 2026

Perang Iran Israel

Iran Tawarkan Buka Kembali Selat Hormuz, Ini Syaratnya untuk Amerika Serikat

Iran siap membuka kembali Selat Hormuz dengan syarat AS mencabut blokade dan menghentikan perang, sementara dunia khawatir dampaknya.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
kompas.com
DILARANG - Pasukan angkatan laut Iran menghentikan dua kapal yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz, yang diduga adalah kapal milik Israel. 

Ringkasan Berita:
  • Iran bersedia meredakan ketegangan di Selat Hormuz jika AS mencabut blokade dan menghentikan perang.
  • Gangguan jalur ini membuat harga minyak naik hingga 50 persen dan memicu kenaikan BBM serta bahan pokok.
  • António Guterres memperingatkan dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat kecil di seluruh dunia.

 

SURYA.CO.ID - Iran memberikan sinyal hijau untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Melalui perantara Pakistan, Iran menyatakan siap mengakhiri ketegangan di jalur laut tersebut.

Namun, tawaran ini datang dengan syarat khusus. Lantas, apa saja syarat Iran untuk Amerika Serikat (AS)?

Diketahui, Selat Hormuz adalah jalur utama bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Seejak jalur ini terganggu, harga minyak dunia melonjak hingga 50 persen.

Hal ini memicu kenaikan harga bahan bakar (BBM), pupuk, hingga bahan pangan di berbagai negara.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, memperingatkan bahwa jika masalah ini tidak selesai, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat kecil.

“Tekanan ini menjalar menjadi tangki bahan bakar kosong, rak-rak kosong, dan piring-piring kosong,” ujar Guterres dikutip dari Kompas.com.

Syarat Iran untuk AS

Dilansir Associated Press (AP), dua pejabat regional pada Senin (27/4/2026) menyebut Iran bersedia mengakhiri tekanan di Selat Hormuz jika Amerika Serikat mencabut blokade dan menghentikan perang.

Dalam rencana itu, pembahasan soal program nuklir Iran tidak dihapus, tetapi hanya ditunda untuk dibahas di tahap berikutnya. 

Tanggapan Amerika Serikat

Meski tawaran sudah di meja, pemerintahan Donald Trump tampaknya sulit menerima syarat tersebut.

Masalah utamanya adalah isu nuklir yang ingin ditunda oleh Iran. Bagi AS, nuklir adalah poin yang tidak bisa ditawar.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan posisi keras Washington.

"Kami tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja. Kami harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang dibuat benar-benar mencegah mereka bergerak cepat menuju senjata nuklir kapan pun,” kata Rubio.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved