Jumat, 8 Mei 2026

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek

Kisah 3 Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Keluar dari Gerbong Ucap Kalimat Terakhir

Kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam mengakibatkan 14 korban tewas.

Tayang:
Editor: Musahadah
istimewa/kolase tribun bekasi/muhammad azzam
DUKA - Rumah Ristuti Kustirahayu (37) di Perumahan Sukamanah Residence Blok A47 nomor 4 RT 004 RW 013, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Ristuti menjadi korban tewas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.: 

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur mengakibatkan 14 orang meninggal dunia.
  • Ada cerita menarik dari beberapa korban sebelum ditemukan tewas. 
  • Ada yang sempat menghubungi penjaga sekolah hingga mengucapkan kata terakhir. 

 

SURYA.CO.ID - Ini lah cerita 3 korban tewas dalam kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Ketiga korban ini adalah Nurhayati, warga  Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Kemudian, Ristuti Kustirahayu (37) warga Perumahan Sukamanah Residence Blok A47 nomor 4 RT 004 RW 013, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, serta Nurlela,  SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur.

Selain mereka, ada 11 korban tewas lain dalam kecelakaan tersebut.

Berikut cerita mereka:

Baca juga: Gelagat Sopir Taksi Hijau Saat Mobilnya Ditabrak KRL hingga Picu Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek

1. Nurhayati Ucapkan Kalimat Terakhir  

Nurhayati (63) sempat mengucapkan kalimat terakhir sebelum pingsan dan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Korban disebut sempat bertanya, “Ini ada apa?” sesaat setelah berhasil dikeluarkan dari dalam gerbong, sebelum akhirnya kehilangan kesadaran dan meninggal dunia.

"Kebetulan mertua saya ini yang terakhir dievakuasi. Nah, sempat setelah dievakuasi, keluar dari kereta, beliau sempat mengucapkan, ‘Ini ada apa?’, lalu pingsan dan akhirnya meninggal dunia,” kata menantu korban, Andi Ayubi (39), saat ditemui di rumah duka di Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

Korban diketahui tengah melakukan perjalanan dari Stasiun Bekasi menuju Cikarang untuk mengunjungi anaknya.

Ia berangkat bersama anak dan cucunya yang masih berusia lima tahun.

Menurut Andi, guncangan keras disertai padamnya listrik di dalam kereta membuat suasana menjadi gelap dan penuh kepanikan.

“Lampu dan kipas mati, penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri,” ujar Andi.

Dalam situasi tersebut, anak dan cucu korban berhasil dievakuasi lebih dulu.

Sementara korban yang berusia 63 tahun menjadi salah satu penumpang terakhir yang dievakuasi. Meski selamat dari dalam gerbong, nyawa korban tidak tertolong.

Sumber: Tribun bekasi
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved