Jumat, 8 Mei 2026

Berita Viral

Siapa 'Bohir' Penyiraman Air Keras Andrie Yunus? YBHI Sebut Presiden Prabowo Gagal Penuhi Janji

YLBHI tagih janji Presiden Prabowo bongkar dalang kasus Andrie Yunus. Hingga 2026, aktor intelektual belum terungkap, kritik pun menguat.

Tayang:
tribunnews
MENAGIH JANJI - Sejumlah aktivis melakukan aksi di lokasi penyiraman air keras terhadap Aktivis Kontras, Andrie Yunus di Jalan Salemba I - Jalan Talang, Jakarta, Minggu (12/4/2026). Aktor kasus penyiraman tersebut hingga kini masih belum terungkap. YLBHI sebut Prabowo telah gagal penuhi janji. 

Ringkasan Berita:
  • YLBHI nilai janji Prabowo ungkap dalang belum terealisasi
  • Upaya masyarakat sipil disebut sudah maksimal namun buntu
  • Kasus dibawa ke peradilan militer, transparansi dipertanyakan
  • Reputasi hukum dan HAM Indonesia jadi sorotan global

 

SURYA.co.id – Harapan publik untuk melihat penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus kini berubah menjadi gelombang kritik.

Pada 2026, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) secara terbuka menagih janji Prabowo Subianto yang sebelumnya berkomitmen membongkar dalang di balik serangan tersebut.

Saat, siapa, dan bagaimana kasus ini bergulir menjadi sorotan: serangan brutal terhadap aktivis HAM, janji politik untuk mengungkap aktor intelektual, hingga fakta bahwa proses hukum kini justru dinilai mandek.

Harapan yang dulu menjadi angin segar bagi demokrasi, kini dianggap sebatas retorika.

“Berarti Prabowo gagal meyakinkan atau menjalankan ucapannya sendiri. Prabowo gagal memenuhi ucapannya untuk membongkar siapa aktor pelaku dan bahkan bohirnya,” kata Muhamad Isnur kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026), dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Suara Lantang YLBHI: Jangan Hanya Pelaksana!

PEMBUNUHAN BERENCANA - Foto Aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diambil dari daabase Kompas.com. Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie jadi sorotan para aktivis HAM. Diduga ada unsur pembunuhan berencana.
PEMBUNUHAN BERENCANA - Foto Aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diambil dari daabase Kompas.com. Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie jadi sorotan para aktivis HAM. Diduga ada unsur pembunuhan berencana. (Surya.co.id)

YLBHI menegaskan bahwa keadilan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata.

Kritik diarahkan pada lambatnya, bahkan stagnannya, pengungkapan aktor intelektual di balik kasus tersebut.

"Kami ini sudah berusaha secara maksimal. Kami sudah demo, kami sudah mendorong ke pemerintah, sudah datangi Setneg minta TGPF, sudah kemudian datang ke DPR Komisi III. Semua ruang yang mungkin kami lakukan sebagai masyarakat sipil sudah kami lakukan," tegasnya.

Menurut Isnur, seluruh jalur yang tersedia telah ditempuh, termasuk dorongan pembentukan tim independen hingga langkah hukum melalui Mahkamah Konstitusi.

Namun, hasilnya belum mampu menjawab tuntutan utama publik: siapa dalang di balik serangan tersebut.

Baca juga: Pesan Menohok Andrie Yunus untuk Pelaku Penyiraman Air Keras: Kalian Pengecut, Saya Takkan Kalah

Realita 2026: Janji Politik vs Fakta Hukum

Alih-alih menemukan titik terang, kasus ini justru dibawa ke peradilan militer, sebuah langkah yang menuai kritik karena dinilai berpotensi mengurangi transparansi.

"Apa lagi yang harus kami lakukan? Pertanggungjawabannya di Presiden, di DPR, mereka yang punya kewajiban," tutur Isnur.

"Tinggal negara yang memenuhi kewajibannya, Presiden, DPR, Panglima TNI, Kapolri, penuhi kewajibannya. Memberikan rasa keadilan buat masyarakat. Mengungkapkan agar tidak terjadi impunitas buat para pimpinannya," pungkasnya.

REFORMASI TNI - Tim kuasa hukum aktivis KontraS korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal, Andrie Yunus, dari Tim Advokasi Untuk Demokrasi dan perwakilan KontraS saat konferensi pers di kantor YLBHI Jakarta Pusat pada Senin (16/3/2026).
REFORMASI TNI - Tim kuasa hukum aktivis KontraS korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal, Andrie Yunus, dari Tim Advokasi Untuk Demokrasi dan perwakilan KontraS saat konferensi pers di kantor YLBHI Jakarta Pusat pada Senin (16/3/2026). (tribunnews)

Di sisi lain, Prabowo Subianto sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk membuka kemungkinan pembentukan tim independen.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved