Jumat, 8 Mei 2026

Berita Viral

Fakta Pertemuan Rismon Sianipar Vs Roy Suryo Usai Pecah Kongsi, Saling Tuding Bohong, Refly Emosi

Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo akhirnya bertemu dengan eks koleganya, Rismon Sianipar setelah pecah kong

Tayang:
Editor: Musahadah
Youtube iNews/kolase
SALING TUDING - Rismon Sianipar dan Roy Suryo saling tuding di acara Rakyat Bersuara iNews pada Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo akhirnya bertemu dengan eks koleganya, Rismon Sianipar setelah pecah kongsi. 
  • Di acara ini, Rismon dan Roy saling menuding berbohong. 
  • Refly Harun terpancing emosi dan memarahi Rismon Sianipar.  

 

SURYA.CO.ID - Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo akhirnya bertemu dengan eks koleganya, Rismon Sianipar setelah pecah kongsi. 

Rismon bertemu dengan Roy Suryo di acara Rakyat Bersuara iNews TV pada Selasa (21/4/2026). 

Saat ini, Rismon memilih berbeda jalan dengan Roy dan meminta maaf kepada Jokowi serta mengajukan Restorative Justice (RJ), sehingga kini dia telah bebas dari status tersangka setelah mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari Polda Metro Jaya.

Di acara ini juga hadir kuasa hukum Refly Harun, Roy Suryo, kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara dan narasumber lainnya. 

Pertemuan ini pun menjadi ajang saling debat, saling tuding dan emosi. 

Baca juga: Giliran Roy Suryo Tuding Rismon Sianipar Palsukan Surat Kematian, Sebut Jahat hingga Bohongi Tuhan

Berikut faktanya: 

Saling Tuding Bohong

Rismon Sianipar mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyembunyikan kebenaran terkait ijazah eks Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) saat masih bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.

Awalnya, Rismon menjelaskan bahwa font pada skripsi Jokowi yang sebelumnya dipermasalahkan sebenarnya bukan memakai Times New Roman, tetapi Times Roman.

Sebelum ini, Rismon menuding ijazah Jokowi palsu karena mengira skripsi eks presiden tersebut menggunakan font Times New Roman, di mana pada tahun 1984 font itu belum ada.

Adapun, font Times Roman diketahui sudah ada sejak 1984 di teks editor operating system Apple Macintosh.

Rismon mengakui sebenarnya sejak awal dia sudah menyadari bahwa font dan hurufnya sama semua antara ijazah Jokowi dengan ijazah-ijazah yang ada di fakultas lain di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Namun, Rismon mengakui menyembunyikan fakta terkait penggunaan font tersebut.

"Seperti ini tuh banyak loh saya temukan, di Fakultas Hukum saya temukan, di Fakultas Ekonomi juga saya temukan. Jadi karena mahal lembar pengesahan itu, mereka pergi ke percetakan, yang dicetak hanya 1,2, sampai 5 halaman pertama."

"Itu banyak (ditemukan), dan saya sembunyikan untuk mendukung kebohongan saya sebelumnya. Meskipun hipotesis saya mengatakan bahwa ini nggak benar saat itu," ungkap Rismon, dikutip dari YouTube iNews, Selasa (21/4/2026).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved