Sabtu, 9 Mei 2026

Perang Iran Israel

Pertamina Bantah Kapal Gamsunoro di Selat Hormuz Dipenuhi Kru India: 94 Persen Pelautnya WNI

Isu kru asing di Kapal Gamsunoro ramai dibahas. Pertamina menegaskan 94% pelautnya adalah WNI

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
kompas.com/Seto Ajinugroho
SELAT HORMUZ - Dua kapala Pertamina milik Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz, buntut perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina menyebut 94 persen pelaut adalah Indonesia, hanya 6 persen kru asing.
  • Penggunaan kru asing disebut praktik wajar dalam pelayaran internasional.
  • Kapal Gamsunoro dan Pertamina Pride tertahan di Laut Arab akibat konflik Timur Tengah.

 

SURYA.CO.ID - Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh isu mengenai kru kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

Kapal Gamsunoro itu dikabarkan seluruhnya diisi warga negara asing (India).

Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina akhirnya buka suara untuk meluruskan informasi yang beredar.

Fakta Kru Kapal Pertamina

Meski Kapal Gamsunoro sedang melayani rute internasional dan bekerja sama dengan manajemen global, mayoritas pelaut yang bekerja di bawah bendera Pertamina Group tetap didominasi oleh putra-putri bangsa.

Berdasarkan data perusahaan, terdapat sekitar 4.090 pelaut Indonesia yang bekerja di kapal-kapal Pertamina. Secara persentase, komposisinya adalah:

Pelaut Indonesia: 94 persen.

Pelaut Asing: 6 persen (sekitar 278 orang)

Plt. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menegaskan bahwa penggunaan kru asing dalam jumlah kecil adalah hal yang normal dalam bisnis pelayaran dunia.

"Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94 persen," kata Vega dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2026).

Mengapa Ada Kru Asing?

Vega menjelaskan bahwa Kapal Gamsunoro saat ini sedang disewa oleh pihak ketiga untuk melayani rute global (Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika).

Dalam dunia pelayaran internasional, bekerja sama dengan manajemen kapal asing adalah strategi untuk memperkuat daya saing Indonesia di mata dunia.

"Kerja sama ini merupakan praktik lazim di dunia pelayaran internasional guna mendorong kapabilitas dan kapasitas perusahaan di kancah global," tambah Vega.

Duduk Perkara

Viral di media sosial Pelaut asal Indonesia bernama Adrian Umar merekam momen saat berpapasan dengan Kapal milik Pertamina yang terjebak di Selat Hormuz
Viral di media sosial Pelaut asal Indonesia bernama Adrian Umar merekam momen saat berpapasan dengan Kapal milik Pertamina yang terjebak di Selat Hormuz (tribun jakarta)

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial, pelaut Indonesia Adrian Umar merekam momen saat berpapasan dengan kapal Pertamina Gamsunoro di Selat Hormuz pada 18 April 2026.

Kapal tersebut diketahui masih tertahan akibat memanasnya konflik Iran vs Amerika Serikat.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved