Jumat, 8 Mei 2026

Berita Viral

Bu Guru Syamsiah Mengaku Tidak Tahu saat Direkam dan Diejek Muridnya, Tetap Memaafkan

Kisah inspiratif Bu Syamsiah, guru SMAN 1 Purwakarta yang tetap memaafkan siswanya meski direkam dan diejek,

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
kolase Tribun Jabar
TIDAK TAHU - Guru Syamsiah mengaku tidak tahu jadi bahan ejekan murid-muridnya di kelas. Video ejekan itu viral di media sosial hingga mendapatkan kemarahan publik. 

Ringkasan Berita:
  • Bu Syamsiah tidak menyadari saat dirinya direkam dan diejek siswa.
  • Menolak jalur hukum, memilih memaafkan demi masa depan siswa.
  • Tekankan pentingnya empati, etika, dan pendidikan karakter.

 

SURYA.CO.ID - Kebesaran hati ditunjukkan Syamsiah, guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMA Negeri 1 Purwakarta.

Meski menjadi korban ejekan yang viral di media sosial, pengajar yang akrab disapa Bu Atun ini memilih jalan damai dan memaafkan para siswanya dengan penuh keikhlasan.

Baca juga: Satpol PP Nganjuk Patroli ASN saat WFH, 2 Guru Berseragam Terciduk di Swalayan

Tak Menyadari Aksi Perekaman

Insiden yang memicu keprihatinan publik ini terjadi pada Kamis (16/4/2026) di kelas XI IPS, tepat setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) mengenai pengolahan makanan selesai.

Syamsiah mengaku saat itu ia hanya fokus menjaga ketertiban kelas dan tidak menyadari bahwa tindakan provokatif murid-muridnya tengah direkam.

“Saya tidak tahu kalau direkam. Awalnya mereka salaman, bahkan mau foto bersama. Saya hargai mereka, padahal saya harus mengajar di kelas lain,” jelasnya dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.com.

Baca juga: Iran Tegas Tolak Dialog: Blokade Laut AS Harus Dicabut Sebelum Perundingan Islamabad

Menolak Jalur Hukum Demi Masa Depan Siswa

Sebagai pendidik yang telah mengabdi sejak tahun 2003, Syamsiah menegaskan tidak akan membawa pelecehan etika ini ke ranah hukum.

Baginya, melihat para siswa menangis dan menyesali perbuatan mereka sudah menjadi bentuk hukuman batin sekaligus titik balik bagi pembinaan karakter mereka.

Ia meyakini bahwa tugas seorang guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam memberikan maaf.

“Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak,” ujar Syamsiah, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Sosok Syamsiah Guru SMAN 1 Purwakarta yang Viral, Balas Olokan Siswa dengan Doa dan Maaf yang Tulus

Yakin pada Proses Perubahan Karakter

Bagi Bu Atun, perilaku nakal siswa hanyalah sebuah fase yang bisa diubah melalui pendidikan yang konsisten dan penuh kesabaran.

Prinsip ini ia pegang teguh selama lebih dari dua dekade masa pengabdiannya.

Meski sempat merasa sedih secara manusiawi, ia memilih menguatkan diri melalui pendekatan spiritual dan keyakinan bahwa setiap anak didik memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.

"Sedih itu manusiawi, tapi keimanan saya jadikan obat untuk menyembuhkan luka hati. Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal. Perubahan itu butuh proses,” tuturnya bijak.

Baca juga: Update Harga Elpiji 3 Kg 2026: Menteri ESDM Bahlil Jamin Tak Ada Kenaikan Nasional

Nasib Para Siswa

Nasib sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta yang terlibat dalam aksi mengejek guru kini menjadi sorotan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved