Kamis, 9 April 2026

Cegah Suap dan Pungli, TPS Edukasi Pengemudi Truk Lewat Program SMAP 

TPS sosialisasikan anti penyuapan ke sopir truk, tegaskan layanan terminal bebas pungli dan suap

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
SOSIALISASI SMAP - Petugas TPS sosialisasi SMAP kepada pengemudi truk eksternal di TPS, untuk memastikan dan memperkuat budaya melayani sepenuh hati dengan tetap mengedepankan pelaksanaan komitmen Pelindo Bersih.(foto TPS) 

Ringkasan Berita:
  • TPS sosialisasikan SMAP ke sopir truk untuk cegah suap dan pungli di terminal. 
  • Pengemudi diberi edukasi kanal pengaduan resmi dan aturan layanan transparan. 
  • TPS juga bagikan helm dan rompi demi keselamatan kerja di area pelabuhan. 

 

SURYA.CO.ID SURABAYA – Para pengemudi truk eksternal yang operasional di dalam wilayah PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas, mengikuti kegiatan sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)

SMAP merupakan ketentuan untuk semua lini layanan, termasuk layanan receiving delivery oleh pengemudi truk sebagai upaya untuk memastikan dan memperkuat budaya melayani sepenuh hati dengan tetap mengedepankan pelaksanaan komitmen Pelindo Bersih.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A Palupi mengatakan, TPS ingin memastikan pengemudi truk merasa aman dan nyaman saat beraktivitas di terminal.

“Kami ingin pengemudi truk tahu bahwa jika ada kendala di lapangan, ada jalur komunikasi resmi yang bisa digunakan. Kelancaran layanan di TPS bukan karena pungutan atau imbalan, tetapi karena sistem yang kami jalankan secara konsisten sesuai  Komitmen Pelindo Bersih dan SMAP,” kata Erika, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: TTL Catatkan Pertumbuhan Positif di Januari 2026, Arus Petikemas Tumbuh 9 Persen

Budaya Melayani Sepenuh Hati

Melalui kegiatan sosialisasi ini, TPS menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya Melayani Sepenuh Hati sebagaimana tercermin dalam tagline “Reliable Terminal with Service Excellence”. 

Sekaligus menjalankan Komitmen Pelindo Bersih melalui implementasi SMAP secara konsisten.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TPS untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengemudi truk, memahami hak, kewajiban, serta saluran komunikasi yang tersedia demi terciptanya layanan terminal yang lancar, adil, dan bebas dari praktik suap maupun pungutan liar.

Salah satu pengemudi truk yang ikut dalam sosialisasi, Imam mengaku ikut dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di area parkir ekspor TPS ini. 

"Cukup menarik ya, karena banyak info yang diberikan terkait dengan potensi kendala operasional yang mungkin terjadi di lapangan serta kanal komunikasi resmi yang dapat kami gunakan untuk memperoleh informasi maupun solusi secara cepat dan terbuka," kata Imam.

Melalui pemastian tersebut, TPS menegaskan bahwa kelancaran arus barang di terminal ditopang oleh layanan yang handal dan komunikasi yang jelas, bukan karena adanya praktik-praktik yang menyimpang. 

Apabila peserta menemukan indikasi bahwa kendala operasional disebabkan oleh permintaan imbalan, pungutan liar, atau bentuk gratifikasi lainnya, TPS menyediakan kanal pengaduan resmi agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara aman, rahasia, dan bertanggung jawab.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan kerja, TPS juga membagikan perlengkapan keselamatan berupa helm dan rompi kepada para pengemudi truk. 

Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam menumbuhkan budaya kerja yang aman, tertib, dan disiplin di kawasan pelabuhan.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai integritas, transparansi dan akuntabilitas semakin tertanam di seluruh lini operasional. Penguatan sinergi antara perusahaan dan mitra kerja diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan logistik yang berkelanjutan, berdaya saing dan berorientasi pada tata kelola yang baik," pungkas Erika.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved