Minggu, 10 Mei 2026

Berita Viral

Sosok Dave Laksono yang Minta Pemerintah Tarik Pasukan Imbas Prajurit TNI Gugur saat Serangan Israel

Dave Laksono, Wakil ketua Komisi I DPR yang meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI di luar negeri. 

Tayang:
Editor: Musahadah
Kolase Tribunnews/dok, puspen TNI
TARIK PASUKAN - Dave Laksono, Wakil ketua Komisi I DPR yang meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI di luar negeri, imbas satu prajurit gugur dalma serangan Israel ke Lebanon.   

Ringkasan Berita:
  • Dave Laksono, Wakil ketua Komisi I DPR yang meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI di luar negeri. 
  • Hal ini menyusul gugurnya satu prajurit TNI anggota Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) yang gugur buntut serangan Israel ke Markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Minggu (29/3/2026) malam. 
  • Menurut Dave, apabila kondisinya tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah menarik atau mengevaluasi terhadap keberadaan prajurit di Lebanon. 

 

SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Dave Laksono, Wakil ketua Komisi I DPR yang meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI di luar negeri. 

Permintaan ini menyusul gugurnya satu prajurit TNI anggota Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) yang gugur buntut serangan Israel ke Markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Minggu (29/3/2026) malam. 

Selain satu prajurit gugur, serangan ini juga mengakibatkan satu prajurit lainnya luka berat, dan 2 luka ringan. 

Dave Laksono mengatakan, Komisi I DPR RI menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan mengecam serangan yang justru mengenai pasukan Indonesia.

“Nah, maka itu bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan apa namanya penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Imbas 1 Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel ke Markas UNIFIL di Lebanon, Indonesia Kecam Keras

Politikus Golkar itu pun turut menyoroti efektivitas keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di wilayah Lebanon di tengah memanasnya konflik negara-negara Timur Tengah.

Dave mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap keselamatan prajurit TNI, jika keberadaan justru menjadi sasaran pihak-pihak yang berkonflik dan tidak berhasil mendorong perdamaian.

“Dan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan koreksi ataupun juga melihat apakah keberadaan prajurit kita ini benar-benar berfungsi atau tidak. karena jelas dengan adanya serangan yang tidak berhenti, yang terus berlanjut, bahkan sampai menewaskan prajurit kita,” ungkap Dave.

“Ini apakah keberadaan kita ini berguna untuk menjaga perdamaian atau justru malah menjadi serangan target daripada serangan daripada IDF,” sambungnya.

Lebih lanjut, Dave mengungkapkan bahwa serangan misil Israel yang berdampak ke pasukan perdamaian asal Indonesia bukan kali pertama terjadi.

Dia mengatakan bahwa sebelumnya sempat terjadi serangan serupa, tetapi tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka dari pihak Indonesia.

“Nah, sekarang sudah ada korban yang fatal, sehingga dan juga saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personilnya dari sana. Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut, nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi,” pungkasnya.

Meski begitu, Dave menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah.

Sebab, pemerintah memiliki data dan informasi lengkap mengenai situasi di lapangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved