Sabtu, 9 Mei 2026

Perang Iran Israel

Sosok Anggota DPR yang Minta Prabowo Lobi Iran Agar Kapal Tanker Pertamina Bisa Lintasi Selat Hormuz

Syafruddin, anggota Komisi XII DPR RI meminta Presiden Prabowo turun tangan langsung melobi Iran agar kapal tanker Pertamina melintasi selat Hormuz.

Tayang:
Editor: Musahadah
istimewa/kolase dok.tribun kaltim
LOBI - Anggota Komisi XIII DPR RI Syafruddin meminta Presiden Prabowo turun tangan lobi Iran agar 2 kapal tanker Pertamina bisa lintasi selat Hormuz. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin meminta Presiden Prabowo turun tangan langsung melobi Iran agar kapal tanker bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina dapat melintasi Selat Hormuz.
  • Syafruddin menilai, perlu komunikasi antara pemimpin negara dalam merespons situasi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.
  • Keterlibatan Presiden diperlukan dalam memperkuat posisi daya tawar Indonesia sebagai negara non-blok. 

 

SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Syafruddin, anggota Komisi XII DPR RI yang meminta Presiden Prabowo turun tangan langsung melobi Iran agar kapal tanker bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina dapat melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi dua kapal tanker milik PT Pertamina yang sampai saat ini masih tertahan di kawasan Timur Tengah.

Syafruddin menilai, perlu komunikasi antara pemimpin negara dalam merespons situasi geopolitikn yang terjadi di Timur Tengah.

"Saya kira masalah kapal di Pertamina memerlukan lobi langsung dari Presiden. Tidak cukup hanya menteri ESDM, Menteri Luar Negeri, atau di bawahnya," ujar Syafruddin dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Ia memandang, keterlibatan Presiden diperlukan dalam memperkuat posisi daya tawar Indonesia sebagai negara non-blok.

Baca juga: Nasib Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Imbas Perang Iran, Dapat Lampu Hijau

Pendekatan multilateral, kata Syafruddin, sangat diperlukan di tengah masih memanasnya situasi di Iran dan Timur Tengah.

"Ini bukan hanya soal kapal, tapi soal bagaimana negara hadir melindungi aset strategis dan warganya di tengah konflik global. Presiden perlu menunjukkan kepemimpinan langsung dalam situasi seperti ini," ujar Syafruddin.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Kemlu diharapkan dapat meningkatkan langkah diplomasi ke level strategis agar hasilnya lebih cepat dan efektif.

"Upaya Kemlu dan jajaran sudah tepat, tapi ini menyangkut jalur energi global dan keselamatan aset negara. Presiden perlu turun langsung agar memiliki daya tekan diplomatik yang lebih kuat," ujar Syafruddin.

Siapakah Syafruddin

Syafruddin lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 15 Oktober 1977.

Ia mewakili daerah pemilihan Kalimantan Timur dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Syafruddin memiliki rekam jejak aktif dalam organisasi termasuk sebagai Ketua Umum PC PMII Samarinda (2004–2005) 

Dia juga pernah menjabat Ketua DPW PKB Kalimantan Timur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved