Sabtu, 9 Mei 2026

Perang Iran Israel

Nasib Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Imbas Perang Iran, Dapat Lampu Hijau

Dua kapal tanker milik PT Pertamina masih tertahan di kawasan Timur Tengah. Bagaimana kondisinya?

Tayang:
Editor: Arum Puspita
kompas.com/Seto Ajinugroho
TERTAHAN - Dua kapal milik PT Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Iran memberikan sinyal positif bagi dua kapal tanker Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro, untuk melintasi Selat Hormuz.
  • Jalur strategis ini dijaga ketat akibat konflik Iran dengan AS-Israel. Hanya kapal kategori non-hostile yang diizinkan lewat, dengan syarat tidak terlibat agresi terhadap Iran dan telah melaporkan daftar identitas kapal kepada otoritas setempat.
  • Meski dua tanker tertahan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi dalam negeri tetap stabil.

 

SURYA.CO.ID - Dua kapal tanker milik PT Pertamina masih tertahan di kawasan Timur Tengah.

Kendati begitu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl Mulachela, menyebut bahwa Pemerintah Iran sudah memberikan lampu hijau agar dua kapal tersebut bisa melintasi Selat Hormuz

Vahd mengatakan, keputusan ini setelah pemerintah melakukan komunikasi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dengan otoritas Iran.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl di Jakarta, Jumat (27/3/2026), dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.

Menurutnya, respons tersebut saat ini ditindaklanjuti ke tahap teknis dan operasional. Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan kapan kedua kapal bisa melintas dengan aman.

Dua kapal yang dimaksud adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang hingga kini masih berada di Teluk Arab atau Teluk Persia.

Kapal Pertamina Pride digunakan untuk mendukung kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani distribusi energi pihak ketiga.

Sementara Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita memastikan kondisi awak kapal dalam keadaan aman.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Kemlu untuk menyiapkan skema pelintasan.

“PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuzdengan aman,” ujar Vega, Sabtu (28/3/2026).

Vega menambahkan, koordinasi diplomatik masih berlangsung intensif, termasuk melalui komunikasi dengan otoritas Iran.

PIS juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam menangani situasi tersebut.

Penutupan Selat Hormuz terjadi setelah Iran merespons serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Ketegangan itu berdampak pada jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global.

Baca juga: Alasan Iran Sebut Proposal Damai Trump Cuma Sepihak, Bedah Klaim Kedaulatan Teheran di Selat Hormuz

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved