Sabtu, 9 Mei 2026

Perang Iran Israel

Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Benarkah Gegara Iran 'Sakit Hati' Indonesia Gabung BoP?

Dua kapal tanker Indonesia tertahan di Selat Hormuz. Pengamat menilai penyebabnya gara-gara Iran 'sakit hati' Indonesia gabung BoP.

Tayang:
Dok/Pertamina International Shipping
SAKIT HATI - Foto ilustrasi slaha satu kapal Pertamina International Shipping (PIS). Kapan Indonesia kini sedang tertahan di Selat Hormuz. Diduga gara-gara Iran Sakit Hati Indonesia gabung BoP. 

Ringkasan Berita:
  • Dua kapal tanker Indonesia masih tertahan dan belum diizinkan melintasi Selat Hormuz oleh Iran.
  • Iran telah mengizinkan kapal dari lima negara, namun belum untuk Indonesia.
  • Pengamat menilai ada faktor politik terkait kedekatan Indonesia dengan AS.
  • Jika larangan berlanjut, biaya distribusi energi ke Indonesia berpotensi meningkat.

 

SURYA.co.id – Dua kapal tanker berbendera Indonesia yang mengangkut minyak mentah masih belum diizinkan melintasi Selat Hormuz oleh Iran hingga Sabtu, 28 Maret 2026.

Penahanan ini terjadi di tengah memanasnya konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berdampak pada jalur distribusi energi global.

Berdasarkan data pelacakan kapal di situs Marine Traffic, dua kapal yang dimaksud adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Kedua kapal tersebut diketahui membawa muatan minyak mentah dengan tujuan berbeda.

Posisi Kapal dan Muatan Kargo

Pihak Pertamina International Shipping menjelaskan bahwa kapal Pertamina Pride yang membawa kargo untuk kebutuhan energi nasional saat ini masih tertahan di perairan utara Kota Dammam, Arab Saudi.

Sementara itu, kapal Gamsunoro diketahui mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan mitra pihak ketiga atau non-Pertamina.

LOLOS SELAT HORMUZ - Foto Salah satu kapal tanker Pertamina International Shipping. 2 Kapal Pertamina yang terjebak di Selat Hormuz kabarnya kini sudah bisa lolos.
LOLOS SELAT HORMUZ - Foto Salah satu kapal tanker Pertamina International Shipping. 2 Kapal Pertamina yang terjebak di Selat Hormuz kabarnya kini sudah bisa lolos. (Dok Pertamina)

Situasi ini menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Sekitar 20 persen pasokan minyak global diketahui melewati selat tersebut, sehingga gangguan pada jalur ini berpotensi memengaruhi pasokan energi dan harga minyak dunia.

Meski demikian, Iran dilaporkan telah memberikan izin melintas kepada kapal dari beberapa negara sahabat.

Hingga saat ini, negara yang kapalnya diizinkan melintas Selat Hormuz antara lain China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.

Baca juga: Menlu Iran Abbas Araghchi Ungkap 7 Negara yang Boleh Lewat Selat Hormuz, Indonesia Masih Tertahan

Diduga Gara-gara BoP

Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai tertahannya kapal Indonesia kemungkinan berkaitan dengan dinamika politik internasional.

Ia menduga keputusan Iran tidak lepas dari langkah Indonesia yang bergabung dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Selain itu, Bhima juga menyinggung perjanjian tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat sebagai faktor yang dapat memengaruhi hubungan Indonesia dengan Iran.

"(Dua kapal sulit melintasi Selat Hormuz) buntut dari masuknya Indonesia ke BoP dan perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved