Selasa, 19 Mei 2026

Berita Viral

Sosok Menlu Iran Abbas Araghchi yang Dicoret dari Daftar Target AS Israel Bersama M Bagher Ghalibaf

Dua pejabat senior Iran dicoret dari daftar target Amerika Serikat (AS) dan Israel demi menjajaki kemungkinan pembicaraan perdamaian. 

Tayang:
Editor: Musahadah
istimewa/kolase kompasTV/wikipedia
DICORET - Menlu Iran Abbas Araghchi (kanan) yang dicoret dari daftar target AS dan Israel selain Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kiri). 

Ringkasan Berita:
  • Dua pejabat senior Iran dicoret dari daftar target AS-Israel demi menjajaki pembicaraan perdamaian. 
  • Keduanya adalah Menlu Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf
  • Mereka dicoret dalam dagtar target selama empat sampai lima hari ke depan. 

 

SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran yang dicoret dari daftar target Amerika Serikat (AS) dan Israel demi menjajaki kemungkinan pembicaraan perdamaian. 

Selain Abbas Araghchi, AS dan Iran juga mencoret nama Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dari daftar targetnya hingga empat atau lima hari, seperti dikutip dari Wall Street Journal.

Untuk perundingan perdamaian ini, para negosiator AS dan Iran didesak oleh mediator dari Turki, Pakistan dan Mesir untuk segera bertemu. 

Namun, sejumlah pihak menyebut peluang keberhasilannya disebut rendah karena ada kesenjangan besar antara tuntutan AS dan Iran.

Sebelumnya, AS memperingatkan bahwa waktu terus berjalan bagi Iran untuk datang ke meja perundingan.

Sebab, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, AS akan menyerang Iran lebih keras jika Teheran tidak setuju untuk mengakhiri konflik.

Sementara Israel bertekat terus memburu para pemimpin Iran, sebagai bagian dari strategi pemenggalan kepala yang serupa dengan yang telah mereka lakukan terhadap Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.

Di bagian lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan, tidak ada rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, Iran bermaksud untuk terus berjuang, meski Gedung Putih mengeklaim pembicaraan sedang berlangsung.

"Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan," kata Araghchi di televisi pemerintah, dikutip dari AFP, Kamis (26/3/2026).

"Kami tidak berniat untuk bernegosiasi sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berprinsip. Membicarakan negosiasi sekarang sama saja dengan mengakui kekalahan," sambungnya.

Araghchi kembali mengingatkan, Iran ingin mengakhiri perang dengan caranya sendiri dan dengan cara yang memastikan tidak akan ada perang lebih lanjut.

Meskipun Iran mungkin dapat menerima jaminan keamanan yang diratifikasi oleh Dewan Keamanan PBB, Teheran menyatakan telah menciptakan jaminan keamanannya sendiri melalui cara mereka berperang.

"Dalam perang ini, kita menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memprovokasi Iran," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved