Perang Iran vs Israel Amerika
Iran Dilaporkan Tolak Proposal Damai Amerika Serikat, Ajukan Proposal Tandingan
Iran menolak proposal damai AS, ajukan syarat tandingan. Serangan berlanjut, harga energi melonjak, PBB ingatkan ancaman konflik besar.
Ringkasan Berita:
- Iran menolak proposal gencatan senjata AS, menyiapkan tawaran tandingan dengan lima poin termasuk reparasi.
- AS ajukan proposal 15 poin via Pakistan, mencakup nuklir, rudal, sanksi, dan Selat Hormuz.
- Serangan berlanjut di Timur Tengah, harga energi melonjak, PBB ingatkan dunia di ambang konflik besar.
SURYA.co.id - Iran dikabarkan menolak proposal gencatan senjata 15 poin dari Amerika Serikat dan menegaskan perang hanya akan berakhir sesuai syaratnya sendiri.
Dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan pemerintahnya tidak terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang.
“Kami tidak melakukan negosiasi apa pun dan tidak memiliki rencana untuk itu,” ujarnya dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
Araghchi menambahkan, pertukaran pesan melalui mediator tidak dapat diartikan sebagai proses negosiasi dengan Washington.
“Pesan yang disampaikan berisi sejumlah gagasan dan telah diteruskan kepada otoritas tertinggi. Jika diperlukan, posisi resmi akan diumumkan,” katanya.
Baca juga: Profil Mohammad Boroujerdi Duta Besar Iran yang Terharu Atas Perhatian Besar Rakyat Indonesia
Proposal Tandingan Iran
Sebelumnya, Laporan Press TV menyebut Teheran telah menolak proposal gencatan senjata dari Washington dan menyiapkan tawaran tandingan.
Dalam proposal itu, Iran mengajukan lima poin, termasuk penghentian penargetan terhadap para pemimpin serta tuntutan pembayaran reparasi.
“Iran akan mengakhiri perang ketika memutuskan sendiri dan ketika syarat-syaratnya terpenuhi,” demikian kutipan pernyataan pejabat anonim.
Ia juga menegaskan Iran akan terus melancarkan “serangan” di berbagai wilayah Timur Tengah.
Baca juga: Profil Abbas Araghchi Menlu Iran yang Puji Solidaritas Muslim Indonesia: Terima Kasih
Pejabat pertahanan Israel meragukan Iran akan menyetujui persyaratan tersebut. Israel juga menginginkan agar kesepakatan apa pun tetap memberi ruang untuk melakukan serangan pre-emptive.
Proposal Amerika Serikat
Proposal Amerika Serikat sebelumnya disampaikan kepada Iran melalui Pakistan. Dua pejabat Pakistan menyebut rencana tersebut mencakup 15 poin, termasuk pelonggaran sanksi, pembatasan program nuklir Iran, pembatasan rudal, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Seorang pejabat Mesir yang terlibat dalam mediasi menambahkan, proposal itu juga mencakup pembatasan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan.
Gedung Putih menyatakan komunikasi dengan Iran masih berlangsung.
Sekretaris pers Karoline Leavitt mengatakan pembicaraan tetap berjalan dan dinilai produktif. Namun, ia mengingatkan bahwa jika jalur diplomasi gagal, Presiden Donald Trump siap mengambil langkah lebih keras.
“Jika pembicaraan tidak berhasil, Presiden akan memastikan respons yang jauh lebih kuat dari sebelumnya,” kata Leavitt.
Baca juga: Menlu Iran Telepon Menlu China Bahas Peperangan, Upaya Damai Hingga Dampak Ekonomi Logistik
Meaningful
Perang Iran
Perang Amerika
Donald Trump Tunda Serangan ke Iran
perang Timur Tengah
dampak perang bagi Indonesia
| Akhirnya 2 Kapal Tanker Pertamina Siap Melintasi Selat Hormuz, Ini Strategi Aman PIS |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Pembukaan Selat Hormuz, Kenapa Harga BBM Nonsubsidi Justru Naik? |
|
|---|
| 2 Ancaman Iran Usai Trump Blokade Selat Hormuz, Blokir Laut Merah hingga Tenggelamkan Kapal-kapal AS |
|
|---|
| Alasan Amerika Serikat Mau Negosiasi Lagi dengan Iran Usai Gagal, Trump Ingin Buat Kesepakatan Besar |
|
|---|
| Sosok John Brennan Eks Direktur CIA yang Serukan Penggulingan Trump dari Presiden AS, Ucap Tak Waras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-yang-mengirimkan-sinyal-damai-ke-Iran.jpg)